Translate

Friday, 22 February 2013

JANJI ITU SUNGGUH DI UJI @ About Life and Love

JANJI ITU SUNGGUH DI UJI...( 6 ) Mencoba meraih kembali mimpi lama.

Kondisi andre suamiku sudah mulai  membaik dan akhirnya dia dapat bekerja kembali,  kali ini pekerjaan sebagai  pengemudi
taksipun di jalaninya, untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup kami. Karena saat itu tidak mudah untuk mendapatkan pekerjaan
di dunia advertising kembali, sebab  Brisbane kota yang kami tinggali tidak belum semaju Sydney atau Melbourne yang telah
menjadi pusat bisnis perusahaan - perusahaan besar.`
Sementara dia mengemudi taksi di mulai dari jam 3 pagi sampai jam 3 sore, saya  bekerja di restaurant,
hanya  3 kali seminggu waktu yang saya dapatkan.
Meskipun dengan gaji yang di bawah standart,  tetap saya jalani, untuk tambahannya saya menerima pesanan makanan dan berjualan
sayuran setiap minggu di market bersama seorang teman di mulai dari jam 1 pagi sampai jam 12 siang, hasilnya kami bagi dua.

Impian kami untuk mempunyai rumah idaman yang pernah pupus sebab saat itu suamiku terdiagnosa Kanker Thyroid dan Gagal Ginjal.
Mulai tumbuh kembali,  8 bulan berjalan, kami memberanikan diri untuk mulai menilik - nilik rumah yang dipasarkan sesuai dengan budget.
Akhirnya kami menemukan sebuah rumah yang sesuai budget, saat itu kami mengajukan
pinjaman  melalui sebuah bank, sudah hampir 1 bulan berjalan kami tidak menerima kabar apapun  dari bank tersebut,
apakah pengajuan pinjaman  kami diterima atau tidak.

Pada hari itu sudah hari Jum'at jam 3 sore, saya dan suami pergi ke bank untuk menanyakan persoalan pengajuan dana pinjaman kami ,
karena hari senin adalah batas untuk serah terima, kami ingin mendengar keputusan dari bank tersebut bagaimana dengan
pengajuan pinjaman kami tersebut, ternyata mereka katakan bahwa pengajuan pinjaman  kami di tolak,
namun mereka tidak memberi tahukan sama sekali selama satu bulan itu, hancur dan sedih hati kami saat itu,
kecewa karena  tidak mungkin kami akan  mendapatkan rumah idaman itu.
Meskipun sedih dan kecewa, kami berusaha bersikap tenang, berusaha mencari jalan keluarnya.
Saya katakan kepada petugas bank, apa boleh saya minta semua berkas pengajuan pinjaman, akhirnya mereka memberikannya,
tanpa buang waktu kami langsung pergi kebank lain yang tidak begitu jauh dari situ, kami di pertemukan dengan
manager bagian pinjaman di situ, kami ceritakan sejujurnya apa yang telah terjadi, setelah interview selesai dan semua
berkas kami serahkan, Manager tersebut meminta kami untuk datang kembali pada hari senin jam 9 pagi.
Kami hanya dapat berdoa dan berpasrah kepada Tuhan agar terjadi sesuai dengan yang Dia inginkan saja, selama
menunggu hari senin.

Sesuai perjanjian hari senin, kami datang ke bank itu jam 9 pagi, sesampai disana
saya melihat banyak tumpukan kertas sudah berada diatas meja meeting, dan kemudian manager bank mengatakan
kepada kami Congratulation..pengajuan pinjaman  kalian sudah  di terima, sungguh saya tidak dapat menahan emosi saat
itu rasa haru bercampur tetes air mata..Sekali lagi karya Tuhan dinyatakan kepada kami, 
hanya dalam beberapa hari semua yang tidak mungkin itu di jadikanNya mungkin.
Sungguh luar biasa kuasaNya ,kami hanya dapat  mengucap syukur untuk segala kasih serta kebaikanNya itu.

Manager bank mengatakan kepada kami sebenarnya pada hari Jum'at itu juga setelah selesai interview saya
mau mengatakan bahwa pinjaman  kalian sudah di setujui, tetapi karena saya harus menyiapkan semua paper work terlebih dahulu
untuk di tanda tangani, jadi menunggu harus sampai hari senin. Terima kasih ..terima kasih kata  - kata yang dapat kami ucapkan kepadanya
Tuhan telah bekerja melalui dia, untuk menjadikan semuanya mungkin bagi kami..Sungguh luar biasa!!!

Tuhan sungguh berkarya bagi kita yang percaya dan berserah hanya kepada kekuatanNya
"Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah." Mrk 10 : 27



Kisah JANJI SUNGGUH DI UJI  ( 1 - 6 )  selesai sampai disini, kisah selanjutnya, GELOMBANG ITU TAK PERNAH BERHENTI MENERPA....

No comments:

Post a Comment