Translate

Sunday, 27 October 2013

KISAH SEEKOR TUPAI @ About Life and Love

KISAH SEEKOR TUPAI..

Seekor tupai yang yang sedang terengah - engah kecapaian, setelah melompat kian kemari dari pohon yang satu ke yang lainnya, untuk mencari makanan, berhenti di sebuah pohon, sambil memandang keatas, dia melihat segerombolan burung yang sedang terbang bebas,  dengan tenang, kelihatan begitu santai dilangit biru yang begitu luas tidak ada hambatan.

Dalam hati situpai katakan Oh Tuhan mengapa Engkau menjadikan aku seekor tupai, bukan seekor burung?
Aku ingin seperti burung - burung itu dapat terbang bebas, kian kemari, di langit yang luas tidak ada bahaya yang mengancam. Tidak seperti aku, yang harus menguras tenaga melompat kian kemari dari satu pohon ke pohon yang lainnya, terkadang aku terjerat akar pohon, masuk perangkap, serta bahaya selalu mengintaiku. Masih dalam sesalnya tiba - tiba si tupai mendengar suara kicauaan burung yang indah sekali di dekatnya, dia terkejut, lalu mencari asal suara itu. Ternyata suara itu berasal dari sebuah lubang di pohon itu, lalu dia melonggokkan kepalanya, ternyata ada seekor burung yang sedang bersenandung sendirian disana, dengan cerianya.Lalu si tupai bertanya pada si burung:

Tupai...: hai burung mengapa kamu sendirian disini, sementara teman - temanmu terbang bermain diatas sana?

Burung : Oh..sayap ku patah tupai

Tupai   : mengapa itu bisa terjadi?

Burung : Iya saat aku terbang dan bermain - main diatas sana, sayapku tersangkut tiang listrik..!!! dan akhirnya patah

Tupai..: Oh ternyata diatas sana juga tidak aman ya burung!...

Lalu sadarlah si tupai menjadi burung juga ternyata tidak enak diatas sana dia juga dapat tertimpa bencana.
Pada saat itu dia melihat ada seekor ular di bawah pohon yang sedang mencoba merayap perlahan keatas pohon. Lalu  si tupai meyadari dirinya masih lebih beruntung menjadi seekor tupai dan dia bersyukur,
Tuhan aku bersyukur Engkau jadikan aku seekor tupai bukan seekor burung atau seperti ular itu,
aku masih dapat melompat kian kemari dari satu pohon ke pohon lainnya, tetapi siular itu harus merayap dengan susah payah menaiki pohon ini.

Si tupai adalah diri kita sendiri, seringkali kita tidak puas dan mengeluh kepada Tuhan,
mengapa saya tidak seperti dia, yang cantik, cakep, kaya, pintar, punya kedudukan, bahagia dll...
Semuanya itu hanya terlihat dari luarnya saja, bila kita masuk kedalam dan menelusuri kehidupan mereka, semuanya akan sama saja, karena setiap manusia harus memikul salibNya dan ada yang  kelihatan  lebih menderita lagi dari pada kita, namun mereka masih dapat bersuka cita, sebab mereka hidup didalam kepasrahan serta syukur. Maka berbahagialah kita dengan keadaan kita sekarang ini dan bersyukurlah dengan segala yang kita miliki pada saat ini, karena Tuhan menciptakan kita bersama skenario hidup kita, dan Dia sudah mempersiapkan kita sedemikian rupa, janganlah kita mencoba merubah kehendakNya. Bila kita berserah pada kehendak serta rencanaNya maka suka cita akan selalu memenuhi hidup kita.
Sering kali pula Tuhan menyadarkan kita untuk kembali kepadaNya melalui orang - orang yang berada di sekitar kita, maka bersyukurlah juga apabila masih ada orang - orang yang peduli akan kita didalam hidup ini..Amin..

No comments:

Post a Comment