Seorang teman bertanya kepada saya, bagaimana kamu masih dapat tersenyum setiap hari, setelah dia tahu apa yang saya dan suami telah alami dan yang masih kami alami saat ini. Saya katakan Tuhan yang membuat saya tersenyum, setiap hari saya dapat melihat begitu banyak orang yang kurang beruntung dari pada saya melalui para pasien di rumah sakit tempat saya bekerja. Meskipun saya bukan seorang Dokter ataupun suster perawat disitu, tetapi setiap hari saya melihat dan bertemu dengan mereka yang sakit saat saya beristirahat, anak kecil yang kehilang rambutnya dengan selang - selang yang terpasang di hidung, orang tua yang hanya terduduk di kursi roda dengan tabung infus tanpa expresi, ada juga yang sebagian tubuhnya harus di balut karena luka bakar, dan yang kehilangan anggota tubuh. Serta masih banyak yang saya lihat dan saksikan setiap hari, namun di balik itu sebagian dari mereka tidak kehilangan senyumannya.
Bagaimana saya tidak merasa bersyukur dengan keadaan saya yang terasa lebih baik dari pada apa yang mereka alami. Bila kita merasa hanya kita yang memiliki problem hidup maka hidup ini akan terasa berat sehingga kita tidak dapat lagi merasakan penderitaan sesama kita. Lihatlah kenyataan yang ada di sekeliling kita, begitu banyak orang yang menderita, mereka yang juga memikul salib seperti yang kita pikul hanya dengan kondisi yang berbeda - beda. Salib hidup setiap manusia akan selalu melekat sampai kita kembali kepadaNya, hanya dengan mau menerima setiap salib yang harus kita pikul dan bersyukur setiap waktu
dengan keadaan kita saat ini, maka perjalanan hidup ini tidak akan terasa berat, sehingga kita dapat tetap tersenyum dalam menjalaninya. Semoga.
By, Susana Karim
No comments:
Post a Comment