Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang
telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."
Mat 19:6
Lama atau singkatnya Pertemuan dengan pasangan sebelum menikah tidak menjamin kelanggengannya kehidupan berumah tangga.
Seorang teman yang di jodohkan oleh orang tuanya, hidup rumah tangganya dapat terjalin hampir dua puluh tahun sebelum kematian suaminya memisahkan mereka.
Tetapi seorang sahabat lainnya yang telah saling mengenal sejak masa di
Smp, baru menikah satu tahun dan di karuniai seorang anak akhirnya
bercerai.
Saya sendiri hanya mengenal suami selama enam bulan
sebelum kami memutuskan untuk menikah, dan tahun ini adalah tahun kedua
puluh tiga perkawinan kami. Di saat pernikahan kami menginjak tahun yang
kedua puluh suami ku katakan Wooww, tidak menyangka Kita dapat bertahan
sampai saat ini, yang sebelumnya rumah tangga kami juga terus diwarnai
gelombang dan sempat timbul pertanyaan apakah kami dapat mempertahankan
hidup rumah tangga yang kami bina.
Hidup rumah tangga adalah
komitment dari seorang pria dan wanita untuk saling mengikatkan diri
dalam perkawinan. Terlebih sebagai umat kristiani pernikahan yang di
persatukan di Gereja di dalam nama Tuhan adalah pernikahan yang sakral
yang tidak dapat di pisahkan oleh manusia, hanya kematian yang dapat
memisahkan keduanya.
Pada prakteknya tidaklah mudah menyatukan
dua pribadi yang berbeda, latar belakang, prinsip serta adakalanya
budaya yang berbeda dalam suatu ikatan pernikahan. Pria dan wanita yang
terikat dalam pernikahan hendaknya menyadari bahwa diri kita bukanlah
lagi dua melainkan Kita telah menjadi satu, sehingga tidak dapat lagi
membawa kemauan atau keegoisan diri sendiri. Kita masing - masing
pribadi harus berupaya untuk mencari kesepakan ditengah perbedaan,
melebur menjadi satu.
Perbedaan pendapat atau prinsip dalam
rumah tangga itu pasti akan ada dan biasa terjadi terlebih pada awal -
awal pernikahan, dan itu adalah Bunga - bunga dalam kehidupan rumah
tangga bila Kita menyikapinya secara positif. Namun hendaknya Kita
tidak membiarkan perbedaan itu semakin besar, dengan pergi meninggalkan
rumah atau mengadukan persoalan rumah tangga kepada orang tua masing -
masing ataupun curhat kepada sahabat atau orang lain yang akhirnya
membuat hubungan suami istri semakin menjauh dan tak jarang akhirnya
masuklah orang ketiga sehingga terjadilah perceraian.
Untuk
saling memahami satu sama lain itu memerlukan proses dan sebagai pria
dan wanita yang mengikatkan diri dalam hidup rumah tangga hendaknya
masing - masing pribadi mau untuk saling membuka diri, dapat saling
mengakui kesalahan masing - masing dan memaafkan untuk memperbaiki
hubungan kembali. Jangan membiarkan diri masing - masing di kuasai
kemarahan atau kekesalan yang berlarut - larut dengan saling mendiamkan.
Sebagai istri Kita mempunyai peranan yang penting untuk
membuat situasi rumah tangga selalu terasa nyaman, dan penuh kehangatan
serta suka cita, oleh sebab itu sebagai istri hendaknya wanita
berusaha untuk menjadi lebih rendah hati dengan mau memulai membuka
jalan perdamaian dengan suami terlebih dahulu, bila terjadi
perselisihan pendapat atau prinsip. Karena suami adalah kepala rumah
tangga dan pada umumnya pria sulit untuk mengalah ataupun mengakui
kesalahannya terlebih dahulu.
Sebaliknya sebagai suami juga
tidak mengeraskan hati untuk bertahan pada pendapat atau prinsipnya,
hendaknya belajar untuk lebih dewasa serta bijaksana menyikapi setiap
perbedaan itu dengan berusaha menyelesaikannya dengan komunikasi yang
baik bukan dengan menggunakan jalan kekerasan kepada istri, seperti yang
banyak terjadi pada saat ini.
Suami dan istri pribadi yang
berbeda dalam ikatan perkawianan itu seperti layaknya pohon dan akar,
yang saling membutuhkan untuk saling menumbuhkan dan menghidupi sehingga
dengan persatuan didalam kasih Tuhan dengan saling pengertian mau
saling memaafkan, merendahkan hati, saling menghormati saling mengasihi
maka hidup rumah tangga itu akan bertumbuh subur dan membuahkan suka
cita selamanya. Sehingga komitment untuk apa yang telah di persatukan
Tuhan itu hanya terpisahkan oleh kematian seperti janji nikah yang telah
di ucapkan oleh masing - masing pasangan itu dapat tercapai. Semoga.
No comments:
Post a Comment