Translate

Saturday, 16 August 2014

SATU SELAMANYA, SAMPAI AJAL MEMISAHKAN.

Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."
Mat 19:6

Lama atau singkatnya Pertemuan dengan pasangan sebelum menikah tidak menjamin kelanggengannya kehidupan berumah tangga.
Seorang teman yang di jodohkan oleh orang tuanya, hidup rumah tangganya dapat terjalin hampir dua puluh tahun sebelum kematian suaminya memisahkan mereka.
Tetapi seorang sahabat lainnya yang telah saling mengenal sejak masa di Smp, baru menikah satu tahun dan di karuniai seorang anak akhirnya bercerai.

Saya sendiri hanya mengenal suami selama enam bulan sebelum kami memutuskan untuk menikah, dan tahun ini adalah tahun kedua puluh tiga perkawinan kami. Di saat pernikahan kami menginjak tahun yang kedua puluh suami ku katakan Wooww, tidak menyangka Kita dapat bertahan sampai saat ini, yang sebelumnya rumah tangga kami juga terus diwarnai gelombang dan sempat timbul pertanyaan apakah kami dapat mempertahankan hidup rumah tangga yang kami bina.

Hidup rumah tangga adalah komitment dari seorang pria dan wanita untuk saling mengikatkan diri dalam perkawinan. Terlebih sebagai umat kristiani pernikahan yang di persatukan di Gereja di dalam nama Tuhan adalah pernikahan yang sakral yang tidak dapat di pisahkan oleh manusia, hanya kematian yang dapat memisahkan keduanya.

Pada prakteknya tidaklah mudah menyatukan dua pribadi yang berbeda, latar belakang, prinsip serta adakalanya budaya yang berbeda dalam suatu ikatan pernikahan. Pria dan wanita yang terikat dalam pernikahan hendaknya menyadari bahwa diri kita bukanlah lagi dua melainkan Kita telah menjadi satu, sehingga tidak dapat lagi membawa kemauan atau keegoisan diri sendiri. Kita masing - masing pribadi harus berupaya untuk mencari kesepakan ditengah perbedaan, melebur menjadi satu.

Perbedaan pendapat atau prinsip dalam rumah tangga itu pasti akan ada dan biasa terjadi terlebih pada awal - awal pernikahan, dan itu adalah Bunga - bunga dalam kehidupan rumah tangga bila Kita menyikapinya secara positif. Namun hendaknya Kita tidak membiarkan perbedaan itu semakin besar, dengan pergi meninggalkan rumah atau mengadukan persoalan rumah tangga kepada orang tua masing - masing ataupun curhat kepada sahabat atau orang lain yang akhirnya membuat hubungan suami istri semakin menjauh dan tak jarang akhirnya masuklah orang ketiga sehingga terjadilah perceraian.

Untuk saling memahami satu sama lain itu memerlukan proses dan sebagai pria dan wanita yang mengikatkan diri dalam hidup rumah tangga hendaknya masing - masing pribadi mau untuk saling membuka diri, dapat saling mengakui kesalahan masing - masing dan memaafkan untuk memperbaiki hubungan kembali. Jangan membiarkan diri masing - masing di kuasai kemarahan atau kekesalan yang berlarut - larut dengan saling mendiamkan.

Sebagai istri Kita mempunyai peranan yang penting untuk membuat situasi rumah tangga selalu terasa nyaman, dan penuh kehangatan serta suka cita, oleh sebab itu sebagai istri hendaknya wanita berusaha untuk menjadi lebih rendah hati dengan mau memulai membuka jalan perdamaian dengan suami terlebih dahulu, bila terjadi perselisihan pendapat atau prinsip. Karena suami adalah kepala rumah tangga dan pada umumnya pria sulit untuk mengalah ataupun mengakui kesalahannya terlebih dahulu.

Sebaliknya sebagai suami juga tidak mengeraskan hati untuk bertahan pada pendapat atau prinsipnya, hendaknya belajar untuk lebih dewasa serta bijaksana menyikapi setiap perbedaan itu dengan berusaha menyelesaikannya dengan komunikasi yang baik bukan dengan menggunakan jalan kekerasan kepada istri, seperti yang banyak terjadi pada saat ini.

Suami dan istri pribadi yang berbeda dalam ikatan perkawianan itu seperti layaknya pohon dan akar, yang saling membutuhkan untuk saling menumbuhkan dan menghidupi sehingga dengan persatuan didalam kasih Tuhan dengan saling pengertian mau saling memaafkan, merendahkan hati, saling menghormati saling mengasihi maka hidup rumah tangga itu akan bertumbuh subur dan membuahkan suka cita selamanya. Sehingga komitment untuk apa yang telah di persatukan Tuhan itu hanya terpisahkan oleh kematian seperti janji nikah yang telah di ucapkan oleh masing - masing pasangan itu dapat tercapai. Semoga.

No comments:

Post a Comment