Seorang teman kerja saya yang sudah lama mengeluh kepalanya pusing, bertanya kepada teman yang bekerja dihadapannya," kamu pakai parfum apa sich? " yang di tanya menjawab Breatney Spears, FANTASY , kenapa tanyanya? keras sekali baunya, sehingga membuat kepala saya pusing, dan hari ini sudah puncaknya, saya tidak tahan lagi maka bertanya pada mu, apa kamu pakainya banyak?,
enggak hanya crut ..crut aja ( maksudnya sedikit ), malah aku sendiri, tidak dapat mencium baunya, kalau kamu tidak suka, saya tidak punya minyak wangi lain untuk gantinya.
Kami yang mendengarkan pembicaraan mereka berdua hanya tersenyum - senyum saja. Tema yang mendapat teguran katakan kalau begitu saya harus jauh - jauh dari kamu ya supaya kamu tidak mabuk, lalu dia pergi, karena kebetulan juga jam kerjanyapun sudah habis.
Keesokkan harinya ketika dia datang, dia mendekati teman yang bertanya kemarin, apakah hari ini kamu masih mencium bau parfum saya yang keras,..... hmmm, teman itu katakan tidak, ia karena saya tidak memakainya, sebab saya tidak mau kamu pusing terus, dan mabok katanya sambil tertawa..hehehe.
Aku sungguh mengagumi sikap teman yang positif ini, mau dengan lapang dada menerima kritikkan dari temannya itu.
Kejujuran didalam kehidupan itu penting sekali artinya, seperti teman saya yang pusing kepalanya karena bau parfum yang keras itu, bila dia tidak jujur katakan kepada temannya, maka dia terus akan menderita pusing kepala yang mungkin akan bertambah parah, sehingga dapat mengganggu pekerjaannya juga. Dengan berkata jujur, seperti kita membuka sumbatan botol, untuk memberi kesempatan kepada udara didalam botol itu untuk keluar bebas, sehingga tidak ada tekanan - tekanan di dalam diri kita lagi.
Walaupun kejujuran itu sering kali menyakitkan dan terasa pahit bagi orang yang mendengarnya, tetapi itu akan lebih baik, dari pada kita membohongi diri sendiri yang akhirnya akan membawa kemalangan bagi diri sendiri dan orang di sekitar kita, karena cepat atau lambat sesuatu yang busuk yang kita simpan serapat apapun pasti suatu saat akan tercium baunya.
Sebaliknya kita sebagai orang yang mendapat teguran, seperti teman yang memakai parfum yang keras itu,
baiknya juga berkaca diri, karena sering kali kita merasa ok ..ok saja memakai parfum itu, karena sudah biasa maka baunya sudah tidak tercium lagi, dan kita baru sadar, kalau baunya yang keras itu menggangu orang lain setelah kita mendapat teguran.
Teguran yang datang untuk kita itu ada yang sifatnya positif, dan ada juga yang negatif. Bila sifatnya positif ambillah untuk memperbaiki dan membangun diri kita agar kita dapat menjadi lebih maju dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Tetapi bila sifatnya negatif, abaikan dan kuburkan saja agar tidak membuat kekesalan dan sakit hati.
Maka berkatalah jujur dan membuka dirilah untuk setiap teguran agar kita dapat hidup dalam ketenangan hati dan penuh suka cita serta menjadi pribadi yang lebih baik dari hari kemarin.
Jiwaku bersukaria, kalau bibirmu mengatakan yang jujur.
Ams 23 : 16
No comments:
Post a Comment