Jum'at 9 January 2015, Ks Luk 5: 12- 16
Saya pernah bertanya kepada seorang Romo yang membawa retret di gereja kami beberapa waktu lalu, mengapa bisa menjadi Romo?
Karena Romo ini bukan seorang katolik tadinya, dan dan dari seluruh keluarganya hanya dia yang menjadi Katolik. Jawabannya " Mau mencoba " dari seorang yang bukan katolik dapat menjadi katolik, karena dia mau mencoba, setelah menjadi katolik dia mau mencoba untuk belajar di seminari dan akhirnya menerima tahbisan sebagai Imam.
Injil hari ini mengisahkan Seorang yang penuh kusta datang tersungkur memohon kepada Yesus "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku." Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu, dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga lenyaplah penyakit kustanya.
Perkataan Yesus " AKU MAU " itu yang membawa perubahan bagi si kusta dia di tahirkan dari penyakitnya, duka citanya di ubah menjadi suka cita.
Mau untuk mencoba atau melakukan sesuatu yang baik tentunya adalah keingin dari dalam diri untuk membuat suatu perubahan, kata mau ini bukan hanya di ucapkan saja tetapi harus di sertai dengan tindakan agar dapat menjadi nyata.
Bercermin kepada pribadi Yesus dan Romo, hendaknya kita yang telah di baptis atas namaNya resmi menjadi anak - anakNya, juga " Mau" untuk membuat perubahan bagi diri kita dan sesama.
Mau menjauhkan diri dari perbuatan dosa, mau menjadi pribadi yang rendah hati, mau untuk berbagi kasih kepada sesama, mau mengulurkan tangan bagi yang lemah, mau menghibur yang berduka, mau lebih mengenal pribadi Allah, mau menjadi anak - anakNya yang setia, mau mentaati dan menjalankan perintahNya mau untuk mendapat keselamatan kekal daripadaNya sehingga kita semua dapat tampil menjadi pribadi - pribadi yang baru sebagaimana si kusta yang di tahirkan Yesus.Semoga.
Ya Tuhan dengan segala kekurangan dan kelemahan kami, kami datang tersungkur di hadapanMu seperti si Kusta, kami mau untuk Engkau tahirkan agar dapat hidup baru bersama Mu. Amin
No comments:
Post a Comment