Selasa, 20 January 2015, Ks Mrk 2:23-28
Seorang ibu yang baru melahirkan bertanya kepada ku saat aku mengantar makanan untuknya, apakah ada makanan extra yang bisa di dapat oleh suami saya untuk sarapan pagi?( suaminya telah berada di sana semalaman menjaga dia melahirkan) Oh tentu, aku akan cek dulu bila ada pasti akan ku beri.
Kebetulan saat itu masih ada satu tray makanan extra di troley, aku mengambil nampan itu untuk memberikan kepada mereka. Seorang teman yang kebetulan tugas bersama ku katakan Susan kamu tidak boleh memberikan makanan itu untuk suaminya karena yang terdaftar hanya istrinya, dan mereka harus meminta melalui suster perawat bila menghendaki makanan extra. Ku katakan pada teman itu apa salahnya makanan ini lebih satu tray dan akhirnya akan di buang mengapa tidak boleh di berikan kepada dia yang memang perlu. Teman ku tetap kukuh dengan pendapatnya, saat itu aku katakan nanti aku akan lapor dan ini menjadi
tanggung jawab ku.
Ketika bertemu dengan supervisor ku katakan tentang hal ini, tanpa menyebut nama teman ku tentunya,
jawaban atasan ku sungguh sangat membuat ku merasa lega, dia katakan kamu harus mengikuti perasaan hati mu, dan apa yang telah kamu lakukan adalah baik. Dia menjaga istrinya melahirkan sepanjang malam pastinya melelahkan, makanan itu pastinya sangat penting dan berarti bagi dia, memang peraturannya tidak boleh memberi makanan kepada keluarga pasien, tetapi bila memang ada lebih mengapa tidak katanya.
Inti dari firman Tuhan hari ini adalah agar kita tidak mengikatkan diri pada peraturan duniawi yang akhirnya mengorbankan kepedulian dan kasih sepada sesama. Sekalipun pada hari sabat tidak di perboleh melakukan hal apapun, seperti yang di lakukan murid - murid Yesus memetik bulir gandum, tetapi bila itu menyangkut hal kepedulian dan kasih hendaklah kita mengabaikan hari sabat karena kepedulian dan kasih adalah lebih penting dari hari sabat. Anak manusia adalah Tuhan diatas hari sabat, yang berarti Cinta kasihlah yang utama dari segalanya.
Peraturan - peraturan yang ada di dunia ini di buat oleh manusia tetapi Tuhan menamkan Cinta kasih di dalam setiap hati kita, maka hendaknya kita tidak membiarkan diri kita di ikat oleh peraturan melainkan cerminkanlah Cinta kasih Tuhan itu di dalam setiap tindakan kita sebagaimana yang di lakukanNya. Semoga
Ya Tuhan hancurkanlah hati kami yang keras oleh peraturan dunia ini, dan hendaknya penuhilah hati kami dengan cinta kasih Mu agar kami dapat sungguh merasakan penderitaan sesama dan berbagi kasih serta kepedulian kepada mereka yang membutuhkan. Amin
No comments:
Post a Comment