Translate

Sunday, 22 February 2015

MANUSIA - MANUSIA BERHATI MALAIKAT 1.

Teman - teman pekerja sukarela yang melayani makan para tuna wisma, bukanlah orang - orang yang hidupnya mapan dan serba berkecukupan. Hal ini sangat menakjubkan dan saya sungguh angkat topi dan jempol bagi mereka. Kebanyakan dari mereka adalah pensioner yang uang pensiunnyapun tidaklah besar karena mereka bukan  karyawan - karyawan dengan gaji serta pangkat yang tinggi sebelumnya. Ada juga beberapa dari mereka yang masih harus bekerja mencukupi kebutuhan hidup dan membayar sewa rumah, serta mereka yang memiliki anak yang cacat, juga suami yang sakit dan membutuhkan perawatan. Namun sangat mengagumkan di tengah - tengah keterbatasan, kekurangan, penderitaan dan masalah hidup yang mereka hadapi, mereka masih dapat memberikan waktu, pelayanan dan kasih mereka kepada orang
lain yang kekurangan.

Mengapa ini dapat mereka lakukan? karena mereka melihat dan menyadari terlebih mensyukuri bahwa hidup mereka masih lebih baik dari pada para tuna wisma yang tidak memiliki rumah harus tidur berpindah - pindah, tidak mendapatkan cinta, serta tidak juga dapat makan  tiga kali sebagaimana layaknya.

Mereka - mereka inilah yang saya sebut manusia - manusia berhati malaikat dan saya sungguh bersyukur Tuhan mengirimkan saya untuk berada di tengah - tengah mereka untuk belajar dari hidup serta pelayanan yang mereka lakukan. Kasih Tuhan menyertai mu selalu saudara - i ku.

No comments:

Post a Comment