Translate

Monday, 9 February 2015

Setetes embun rohani ... TERUS MELANGKAH MESKIPUN DI TOLAK.

Ks, Mrk 6:1-6

Ketika Yesus tiba di tempat asalnya jemaat yang berjumlah besar takjub akan apa yang di katakanNya, namun setelah mereka mengetahui bahwa adalah Yesus tukang kayu anak Maria saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon. Kemudian mereka kecewa dan menolakNya. Maka Yesus berkata kepada mereka: "Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya." Yesus tidak dapat mengadakan mujizat di situ kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka. Lalu Yesus berjalan keliling dari desa ke desa sambil mengajar.
Mewartakan kabar suka cita itu tidak selalu kita akan mengalami suka cita, mungkin lebih banyak duka cita yang akan kita alami. Yesus sendiri telah mengalami itu bahkan Dia di tolak oleh orang - orang di tempat asalNya sendiri. Segala penolakan atau batu sandungan melalui tindakan atau kata - kata yang sifatnya negatif itu sesungguhnya adalah proses untuk kita belajar, semakin bertumbuh lebih waspada, lebih dewasa serta bijaksana dalam mewartakan Firman Tuhan.

Hal penting yang Tuhan ingin sampaikan kepada kita bahwa sekalipun mendapat penolakan hendaknya langkah kita tidak berhenti untuk terus mewartakan firman Tuhan, seperti Yesus sendiri yang terus berjalan keliling dari desa ke desa sambil mengajar. Sebab bila karena mendapat penolakan kita berhenti untuk melangkah mewartakan firman Tuhan iblis akan menertawakan kita maka terang serta kasih Tuhan itu akan menjadi rangkaian yang terputus sehingga kabar suka cita Tuhan tidak dapat di rasakan oleh semua orang, maka keselamatan kekal itu dengan sendirinya tak akan menjadi kenyataan baik untuk ku maupun untuk mu.
Ya Tuhan berilah kami kekuatan Mu serta teguhkan hati kami agar dapat terus mengayuhkan langkah untuk selalu mewartakan kabar keselamatan Mu agar kami semua dapat menikmati suka cita surgawi bersama Mu pada saatnya nanti. Amin

No comments:

Post a Comment