Translate

Sunday, 8 March 2015

ORANG TUA ADALAH CERMIN BAGI ANAK.

Delapan bulan yang lalu, saat aku melewati suatu daerah perumahan, tak ada gambaran dibenak ku akan menjadi seperti apa nantinya. Ketika suatu hari  aku lewat lagi di sana  dan kagum melihat daerah itu telah menjelma menjadi rumah - rumah indah.

Membangun sebuah rumah ibarat kita membangun diri anak - anak kita, sebagai orang tua kita pasti mempunyai impian mempunyai anak yang baik, saleh, kasih terhadap orang tua, berhasil dalam pendidikan, karir dan rumah tangganya.Peran orang tua didalam mendidik anak untuk menjadikan mereka dikatakan baik, berhasil dan berdaya guna, bagi  dirinya ,keluarga, masyakarakat serta Tuhan sendiri, sungguh sangat besar, sebab orang tua adalah panutan / teladan bagi anak - anaknya.

Disaat mereka bertumbuh orang tualah cermin  bagi mereka. Karena mereka belum tau mana yang baik dan yang salah, sehingga apapun yang Kita lakukan atau ajarkan pasti dengan mudah di terima  oleh mereka.
Jangan membiarkan anak - anak bertumbuh menjadi manusia yang tak berguna atau menjadi senjata makan tuan bagi  diri Kita sendiri, karena perlakuan kita yang kurang perhatian serta kasih dan hanya memuaskan dengan uang, juga oleh karena kasihan sehingga kita tidak mau mereka ikut membantu dalam pekerjaan rumah tangga,  atau pun menyiapkan segala perlengkapan sekolahnya yang semunya mengandalkan Mbak
( pelayan rumah tangga,) yang membuat mereka tidak menjadi pribadi yang mandiri.

Pada akhirnya  apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai, Kita akan mendapatkan  kesulitan bagi diri kita sendiri  di saat   sedang berada di posisi bawah  seperti  bisnis gagal misalnya  atau kehilangan pekerjaan, sehingga  kita tidak punya uang untuk  memenuhi apa yang mereka minta.
Akibatnya mereka mencari kepuasan di luar untuk memenuhi segala kebutuhanya itu, seperti banyak yang terjadi saat ini anak - anak muda menjadi pengedar obat - obat, prostitusi terselubung dengan kedok  pelajar SMA atau Mahasiswi, semuanya hanya untuk mendapatkan uang  sehingga segala cara di halal kan mereka untuk memenuhi kepuasan dirinya. Akibatnya orang tua juga yang akan mengalami dampaknya, malu dan kemudian mengucilkan diri atau di kucil kan  dari lingkungan keluarga serta masyarakat

Sebagai orang tua kita di tuntut untuk dapat menjadi kontraktor, arsitek, interior designer, serta tukang bangunan yang baik. Melalui proses membangun fondasi yang kokoh, tembok yang kuat, atap yang meneduhkan, tata letak yang baik dan teratur, serta penambahan warna - warna yang menarik indah serta menyejukan, maka jadilah bangunan Rumah impian dan idaman kita yang indah, kuat dan kokoh, yaitu anak yang berhasil dalam  hidup, pendidikan, karir maupun rumah tangganya,  sehingga orang lain yang melihat pun dapat katakan Woooowww itu anak mu, salut aku, kamu orang tua yang berhasil mendidik anak.

Anak - anak adalah harta yang berharga yang Tuhan berikan dan harus dijaga keutuhannya,
maka ajarkan lah nilai - nilai kehidupan yang baik  di saat  Kita masih ada, bukan hanya memuaskan dengan harta duniawi  yang dapat menghancurkan atau kata kasihan yang dapat membinasakan dirinya sendiri..Semoga..

No comments:

Post a Comment