Translate

Thursday, 9 January 2014

GELOMBANG ITU TAK PERNAH BERAKHIR ( Bagian ke 3 )


 Bagian ke... 3

Setelah usaha Resto kami tutup aku berusaha untuk mencari pekerjaan, melalui koran lokal aku mendapatkan informasi bahwa rumah sakit pemerintah sedang membuka lowongan untuk Chef. aku mencoba menghubungi mereka namun ternyata lowongan itu telah terisi, tetapi orang di seberang sana mengatakan bahwa ada posisi lain yang masih tersedia, juga di bagian makanan, karena itu memang bidang ku .  Apakah kamu mau untuk melamar di posisi itu ?.tanyanya  Kesempatan ini tidak aku sia - siakan, mereka lalu mengatur waktu untuk aku datang Interview. Dua orang yang menginterview ku saat itu, kebetulan ada satu orang lagi yang juga menjalani interview bersama ku, sungguh bersyukur kami berdua lulus interview, namun belum berarti di terima, karena Kami harus melalui police check terlebih dahulu  sebab Rumah sakit tempat ku melamar itu adalah rumah sakit Pemerintah terbesar di Queensland dan pekerjaan kami akan berhubungan dengan para pasien  meskipun tidak secara langsung, sehingga mereka harus memastikan bahwa kami tidak pernah terlibat tindak kriminal apapun.

Tiga hari setelah interview aku mendapat kabar bahwa aku  di terima bekerja disana. Semua ini hanya karena kasih Tuhan kepada ku, namun kebahagian ini tidak berlangsung lama. Baru dua minggu  bekerja disana aku sudah tidak mendapat jam kerja lagi, karena aku melaporkan supervisor  yang rasis dan semena - mena kepada manager . Saat itu aku tidak tahu kalau manager itu adalah kekasih dari supervisor. Karena saat itu aku hanya pegawai casual ( di panggil bekerja hanya bila ada pekerjaan ), maka  tidak dapat menuntut hak  untuk tetap di pekerjakan disana.

Namun Tuhan selalu punya jalanNya yang unik, tanpa sengaja ketika sedang berada disebuah shopping centre untuk berbelanja kebutuhan harian, di escalator  aku bertemu dengan Suster perawat rumah sakit di tempat suami melakukan cuci darah. Saat itu dia menanyakan bagaimana kabar ku, dan apakah suka dengan pekerjaan yang baru. aku ceritakan apa yang terjadi, lalu dia mengatakan bahwa restoran tempat suaminya bekerja sedang membutuhkan pembantu juru masak. ( Chef assistant), melalui dirinya aku melamar kesana setelah melalui interview aku di terima bekerja  dengan masa kontrak selama tiga bulan.

ketika kontrak kerja hampir berakhir , mereka menawarkan untuk memperbaharui kontrak, tetapi aku menolak. Sebab bila aku memperpanjang kontrak berarti, seorang kitchen hand yang  cukup dekat hubungannya dengan ku, dia  sudah agak lanjut  usianya  serta berkerja cukup lama disana  harus keluar. Hal ini karena pemilik resto harus menambah $ 1 dollar uang gaji  ku setiap jam sebab saat itu gaji ku masih di bawah ketentuan yang di gariskan oleh pemerintah sebagai seorang Chef, dengan alasannya itu mereka katakan  tidak sanggup membayar gaji untuk dua orang,  aku merasa hal ini tidak adil, dan lebih baik aku yang mengundurkan diri saja.

Bersambung ke....4

No comments:

Post a Comment