Selasa 6 January 2015, Ks Mrk 6:34-44
Ketika saya berada di gereja Tabgha tempat di mana Yesus melakukan mujizatnya, mengandakan lima roti dan dua ikan bagi lima ribu orang mereka makan sampai kenyang serta masih bersisa dua belas keranjang. Tanpa dapat terbendung saya merasakan rasa haru dan suka cita yang begitu besar air mata mengalir dengan derasnya.
Di tempat itu Tuhan mengingatkan kembali bagaimana Sentuhan kasihNya juga telah melawat kehidupan saya dengan kesembuhan yang telah dialami oleh suami saya yang sekitar 10 tahun dalam keadaan sakit, dia menderita cancer Thyroid dan gagal ginjal saat itu seperti sudah tidak ada harapan baginya.
Tetapi Tuhan menyembuhkan suami ku secara total dengan MujizatNya dari kedua penyakit itu hingga saat ini dia dapat beraktifitas kembali seperti sosok yang normal.
Tuhan mempunyai kasih yang begitu besar bagi kita semua, karena Dia sendiri adalah kasih itu, tiada yang mustahil bagi Tuhan untuk melakukan sesuatu bagi kita, yang untuk kita manusia adalah mustahil asalkan kita mau datang kepadanya. Seperti orang banyak yang datang mencari dia mereka yang lapar akhirnya di kenyangkan bahkan di berikan kelimpahan, suami ku yang sakit di sembuhkan secara total.
Tuhan selalu menunggu kita untuk datang kepadaNya, tanganNya selalu terulur, pintu hatiNya selalu terbuka bagi kita tawarannya begitu indah Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Mat 11:29, mengapa kita masih menunda untuk datang kepadaNya dan merasakan kasihNya yang sempurna itu?
Ya Tuhan hancurkanlah hati kami yang keras, cairkanlah hati kami yang beku agar kami tergerak untuk datang dan merasakan sentuhan kasih Mu yang nyata di dalam kehidupan kami setiap hari sehingga melalui karya kasih Mu itu diri kami dapat menjadi saksi yang hidup bagi kemuliaan nama Mu. Amin.
No comments:
Post a Comment