Peringatan wajib Santo Aquino
Rabu 28 January 2015, Ks Mrk 4: 1- 20
Yesus mengambil perumpamaan tentang penabur,sebagian benih yang di tabur itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis. Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis.Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar. Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati, sehingga ia tidak berbuah. Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, ia tumbuh dengan suburnya dan berbuah, hasilnya ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang seratus kali lipat."
Penabur itu adalah Tuhan sendiri, benih yang di tanamnya adalah FirmanNya.
Tempat di mana benih itu jatuh adalah kita manusia yang berbeda - beda dalam menyikapi FirmanNya.
Benih yang dapat tumbuh subur dan menghasilkan lipat Kali ganda adalah benih yang jatuh di tanah yang baik. Untuk menjadikan Kita tanah yang baik sehingga firmanNya dapat bertumbuh, sangat di perlukan usaha dari Kita setiap pribadi untuk mengolah diri Kita Menggemburkan hati sehingga firman Tuhan dapat dengan mudah meresap, tumbuh, serta berbuah.
Santo Tomas Aquino yang Kita peringati hari ini, begitu berusaha keras di dalam hidupnya untuk menjadikan dirinya lahan yang baik bagi Tuhan sekalipun dia mendapat Penolakan dari keluarga. Santo Tomas sempat di kurung oleh keluarganya selama lima belas bulan namun kecintaannya yang mendalam kepada Tuhan dapat mengalahkan segalanya Pada akhirnya dia di Bebaskan dan mempersembahkan dirinya seluruhnya bagi Tuhan. Dengan segenap hati dia mempersembahkan Karunia hidupnya kepada Tuhan dan Gereja. Santo Tomas merupakan Salah Seorang dari pujangga Gereja Terbesar. Sampai saat ini karya - karya tulisnya yang indah masih di nikmati oleh Banyak orang.
Marilah saudara - I ku, Kita menjadikan diri Kita masing - masing lahan yang baik bagi Tuhan sehingga Kita semua dapat menghasilkan buah melimpah.
Bapa yang maha kasih bantulah kami untuk Terus bertekun menanamkan sabda Mu di dalam hati kami seperti Santo Aquino, sehingga kami dapat menghasilkan buah melimpah bagi Mu. Amin
No comments:
Post a Comment