Translate

Friday, 27 February 2015

PEKALAH TERHADAP PERTOLONGAN TUHAN


ketika banjir datang seorang pemuda terbawa arus, dia mampu bertahan dengan berpegangan pada sebuah pohon.Orang - orang yang melihatnya berusaha menyelamatkan dengan mengulurkan tali kearahnya, namun dia tidak  menangkapnya, sebaliknya dia katakan saya menunggu pertolongan Tuhan.

Air semakin tinggi tim penyelamat dengan perahu karet datang untuk menyelamatkannya, namun dia katakan
saya masih mampu bertahan menunggu pertolongan Tuhan dan meminta tim penyelamat meninggalkannya.
Tanpa di sadarinya dia sudah berpegangan pada puncak pohon dan air masih terus akan naik, sebuah helikoper penyelamat datang untuk menyelamatkannya, namun sekali lagi di katakannya, saya menunggu pertolongan Tuhan. Sampai akhirnya air yang semakin tinggi itu menelan dirinya, karena dia sudah tak ada tempat untuk berpegang lagi.

Ketika bertemu dengan Tuhan dia melontarkan keluhannya, Tuhan mengapa Engkau tak menolong ku dan membiarkan diri ku  hanyut terbawa air? Tuhan yang mendengar pertanyaannya itu lalu menggaruk - garuk kepala, sambil menjawab pertanyaan si pemuda Aku mengirimkan orang dengan mengulurkan tali untuk menyelamatkan mu engkau tolak, Aku mengirimkan orang untuk menyelamatkan mu dengan boat kamu juga menolak, lalu Aku mengirimkan lagi orang untuk menyelamatkan mu dengan helikopter itu pun engkau tolak.

Tuhan sering kali memakai orang - orang di sekitar kita untuk melakukan kehendakNya, memberikan pertolongan kepada kita namun adakalanya kita tidak peka akan pertolonganNya itu dan menolak uluran tangan orang lain. Pertolongan yang Tuhan berikan tidak selalu seperti yang kita inginkan tetapi apa yang Dia berikan adalah pasti yang terbaik untuk kita. Mungkin juga bukan hal - hal yang besar, atau wah, tetapi pasti hal itu yang kita perlukan nantinya, karena Dia maha tahu apa yang kita butuhkan.

Oleh sebab itu pekalah terhadap pertolongan Tuhan yang akan datang melalui siapapun baik mereka yang kita kenal maupun tidak, bahkan pertolonganNya dapat datang melalui mereka yang kita anggap kecil dan hina ataupun mereka yang kita anggap musuh.

No comments:

Post a Comment