Memasuki minggu yang kedua, saat itu hari Jum'at setelah suami ku menjalankan cuci darah aku mengajak dia pergi ke toko buku katolik milik Gereja Katedral kebetulan saat itu aku perlu mencari hadiah untuk baptis bagi anak seorang teman. Di sana suami ku melihat sebuah salib yang sangat indah ( Salib St. Franciskus dari Assisi ), suami ku bukanlah seorang yang suka dengan pilgrim, tetapi saat itu sangat mengherankan dia ingin sekali memiliki salib itu, sampai aku menyakinkan lagi benar kamu mau, sebab salib itu juga tidak murah, iya aku mau katanya dan memang kebetulan salib itu hanya satu yang ukurannya seperti yang di inginkan. Akhirnya kami membeli salib itu dan kebetulan juga dapat langsung di berkati oleh Pastur yang sedang bertugas di sana saat itu.
Masih pada hari jum'at tanggal 5 Juni 2010, tengah malam disaat itu kami sedang tertidur lelap, ketika telephone mobile suami berdering, setengah mengantuk kami berdua terbangun, sejenak aku mendengarkan dengan seksama percakapan suami dengan pemilik suara di seberang sana, lalu melompat dengan kaget berdiri disisi tempat tidur suami yang masih berusaha memastikan kabar yang di dengarnya. Sebuah kabar yang sungguh mengkagetkan kami berdua yaitu suami ku di minta untuk segera datang ke rumah sakit karena akan menjalani operasi cangkok ginjal esok paginya. Aku masih dalam keadaan bingung masih sempat bertanya apakah itu penipuan?. Tetapi suami ku telah mendapatkan kepastian dari si penelephone yang adalah seorang dokter ahli bedah ginjal, bahwa hal ini benar dan dia harus datang ke rumah sakit segera.
Saat itu hampir jam satu pagi ketika kami tiba di rumah sakit. karena masih bingung sampai suami ku tidak ingat nama dokter yang menghubungi saat di tanya pihak rumah sakit, sebab data - data suami pun belum ada di situ. Sambil menunggu untuk segala persiapan aku sempat bertanya kepada suami apakah kamu bahagia mendengar kabar ini. Dia katakan aku takut, karena memang dia sendiri sudah berpasrah untuk menjalani cuci darah semur hidupnya serta telah merasa bahagia karena keinginannya dapat bersama ku setiap hari sabtu sudah di jawab oleh Tuhan. Namun ternyata Tuhan mempunyai rencana yang lain yang aku percaya pasti rencana yang lebih indah bagi kami berdua. Aku berusaha untuk menenangkannya dan menyakinkan dia tentang hal itu, yang dapat aku lakukan sambil menunggu panggilan untuk persiapan operasi hanyalah berdoa Rosario sambil memegangi tangan suami ku agar kami berdua menjadi tenang.
Entah berapa puluh kali aku mengulangi doa rosario itu sampai waktunya suami harus masuk kekamar operasi, saat itu dia sudah merasa tenang dan tidak takut lagi, aku sertakan juga Rosario itu bersamanya saat masuk ke ruang operasi. Dokter meminta aku pulang saja, karena tidak ada tempat untuk menunggu disana, dan mereka akan memberi tahu ku bila sudah selesai, di rumah yang dapat aku lakukan juga hanya berdoa, memohon kepada Tuhan agar operasi berjalan dengan baik seturut kehendakNya saja . Teringat kepada Salib yang di belinya kemarin, aku percaya bahwa Salib itu membawa Mujizat, salib yang memiliki kekuatan Illahi , melalui salib itu Tuhan telah bekerja merubah yang mustahil menjadi mungkin.
Tanggal 6 Juni, sekitar jam 4 sore Dokter mengabarkan bahwa operasi telah berjalan dengan baik dan suami ku pun sudah sadar kembali meskipun masih dalam keadaan lemah, sangat senang dan bersyukur kepada Tuhan untuk segala kebaikannya selain operasi yang berhasil, ginjal barunya pun bekerja dengan baik. Para dokter dan suster juga sangat gembira melihat hasilnya. Semua ini hanya karena kasih dan kebaikan Tuhan. Melalui pendonor yang berhati mulia itu Tuhan telah memberikan kehidupan baru kepada suami ku, meski kami tidak mengenalnya, karena jati dirinya dirahasiakan oleh pihak rumah sakit, namun dia telah menjadi bagian didalam tubuh suami ku dan hidup kami, yang dapat kami lakukan hanyalah berdoa untuk ketenangan jiwanya dan keluarga yang di tinggalkan boleh mendapat kekuatan serata penghiburan selalu dari Tuhan.
Tanggal 6 Juni, sekitar jam 4 sore Dokter mengabarkan bahwa operasi telah berjalan dengan baik dan suami ku pun sudah sadar kembali meskipun masih dalam keadaan lemah, sangat senang dan bersyukur kepada Tuhan untuk segala kebaikannya selain operasi yang berhasil, ginjal barunya pun bekerja dengan baik. Para dokter dan suster juga sangat gembira melihat hasilnya. Semua ini hanya karena kasih dan kebaikan Tuhan. Melalui pendonor yang berhati mulia itu Tuhan telah memberikan kehidupan baru kepada suami ku, meski kami tidak mengenalnya, karena jati dirinya dirahasiakan oleh pihak rumah sakit, namun dia telah menjadi bagian didalam tubuh suami ku dan hidup kami, yang dapat kami lakukan hanyalah berdoa untuk ketenangan jiwanya dan keluarga yang di tinggalkan boleh mendapat kekuatan serata penghiburan selalu dari Tuhan.
Bersambung ke ...7...

God Bless
ReplyDelete