Bagian ke...7
ketika suami ku mendapat kan donor ginjal, berita suka cita ini juga ku bagikan kepada Pastur , Suster dan saudara - i di komunitas indonesia yang selalu membawa dalam doa dan memberi support kepada suami ku yang telah menderita sakit lebih dari 10 tahun serta kepada semua keluarga dan sahabat yang berada di Australia maupun Indonesia.
Saat itu ada seorang teman yang tidak aku beri tahu, karena tidak mau mengecewakan dirinya, dia seorang bapak yang juga menderita gagal ginjal dan sudah Lima tahun menunggu untuk mendapat kan ginjal, tetapi saat itu malah suami ku yang terlebih dahulu mendapatkannya. Aku tidak mau hal ini membawa kesedihan baginya. Yang dapat ku lakukan saat itu hanya berdoa untuk nya, memohon kan kepada Tuhan bila mungkin dia juga mendapatkan donor ginjal seperti suami ku.
Suami ku sendiri setelah operasi berhasil masih di wanai keraguan apakah ginjal barunya akan dapat terus survive. Tuhan yang maha tahu akan keraguannya ini tidak membiarkan begitu saja, Dia mengirimkan seorang teman yang pernah menjalani operasi cangkok hati untuk menyakinkan suami ku bahwa semuanya akan baik jadinya, melalui cerita teman ini, suami ku menjadi sangat tenang dan dapat menerima semuanya dengan kepasrahan.
Sudah hampir seminggu suami di rumah sakit, waktu itu hari Kamis, saatnya dia keluar dari rumah sakit, karena keadannya yang sudah sehat. Dalam perjalanan menuju rumah sakit untuk menjemputnya, Ibu mertua ku memberi tahu bahwa Bapak yang sakit ginjal itu dalam perjalanan kerumah sakit yang sama untuk menjalani operasi cangkok ginjal. Suka cita bercampur haru ketika aku mendengar kabar itu. Tuhan itu sungguh ajaib, Dia sungguh mengerti apa yang di butuhkan umatnya dan Dia memberikan semuanya tepat pada waktunya.
Pada hari sabtu aku dan suami mengunjungi teman kami itu di rumah sakit, karena saat itu suami ku juga harus menjalani training pasca operasi untuk memastikan ginjalnya tidak ada masalah serta berfungsi dengan baik, sebab masa tiga bulan pertama setelah operasi adalah masa yang paling riskan, karena masih akan ada juga resiko untuk mengalami kegagalan. Sangat suka cita ketika kami bertemu kami saling berpelukan dan berbagi Kegembiraan disana. Tidak seperti suami ku yang mendapat donor ginjal dari seorang yang meninggal karena kecelakaan, teman kami ini mendapat donor dari seorang pendonor yang masih hidup karena ginjalnya terpaksa satu harus di angkat agar tidak terkena infeksi. Saat itu keadannya tidak sebaik suami ku, karena kadar potassiumnya masih tinggi sekali, tetapi suami ku menyakinkan dia bahwa semuanya pasti ok.
Bersambung ke....8...
God Bless
ReplyDelete