Translate

Monday, 23 November 2015

CATATAN PERJALAN KU DI FLORES (1)


Jam sudah menunjukan pukul 2.20 pagi namun mata ku belum dapat terpejam juga..pikiran ku melayang kepada Merlin, dia seorang anak yang menderita cacat sejak lahir akibat pil KB yang di konsumsi ibunya. Ketika aku datang Merlin sedang tidur, dia berbaring di dalam sebuah tempat tidur bayi. Suster Martina membuka kelambu tempat tidurnya seraya memanggil namanya..Merlin..Merlin..engkau sedang tidur sapa Suster Martina, perlahan dia membuka matanya memandang ke arah Suster Martina dengan gembira, lalu Suster Martina memperkenalkan aku kepada Merlin. Ku sapa dia dengan memanggil namanya seraya memegang tangannya..Meski tak dapat menjawab dia membalas sapaan ku dengan membalas genggaman tangan ku dengan erat..Ada air hangat yang terasa akan meleleh dari sudut mata ku namun ku berusaha untuk menahannya..rasa bahagia dan haru karena Tuhan menyapaku dengan kasih melalui genggaman Merlin.

25 Tahun usia Merlin namun badan dan kepalanya kecil dia seperti seorang bayi, meskipun sosok wajahnya terlihat dewasa. Selama ini Merlin hanya berada di tempat tidur dan hanya dapat mengkonsumsi bubur..Oleh karenanya sampai saat ini Merlin belum menerima komuni pertama.

Suster Martina kepala Suster di Santo Damian Binongko bersama dua Suster lainnya yaitu Suster Novis dan Ani..merawat Merlin dan anak - anak cacat fisik lainnya dengan penuh Cinta kasih serta kesabaran.
Aku sangat terharu akan pelayanan mereka terlebih akan semangat anak - anak cacat. Sejak aku datang tak kulihat ada kesedihan dan duka cita di mata mereka namun justru kegembiraan, suka cita dan semangat yang luar biasa mengalir dari mereka. Sehingga mereka tidak merasa berbeda dengan kami yang memiliki fisik yang normal.
Para Suster dan anak - anak mempunyai semangat cinta yang tulus dan hidup. Keterbukaan hati Para Suster untuk berbagi cinta kepada mereka telah membuahkan suka cita yang tak tertahankan

Terima kasih ku kepada Tuhan yang telah mengijinkan dan memberi ku kesempatan untuk berada bersama mereka meskipun hanya sekejap. Sekalipun hanya sekejap banyak pelajaran hidup yang dapat ku terima dari mereka. Yang utama adalah BERSYUKUR akan hidup yang telah Tuhan berikan apapun keadaan kita, karena hanya dengan bersyukur maka kita dapat merasakan keindahan hidup yang Tuhan telah berikan sekalipun fisik kita tak sempurna, problem hidup datang silih berganti, kemiskinan menemani.
Sempat ku katakan kepada mereka bukan karena aku ada di sana mereka berbahagia, tetapi aku berbahagia karena dapat berada di tengah mereka yang berbahagia. Mereka yang dapat menerima dan mensyukuri hidup.

Semoga melalui tulisan perjalanan pelayanan ku ini banyak hati yang tergerak untuk mau berbagi cinta kasih kepada sesama yang membutuhkan. Kebahagiaan yang ku rasakan sungguh tak dapat ku lukiskan..Puji Syukur ku hanya bagi mu Tuhan..

No comments:

Post a Comment