Life is blessing, Love is a precious gift from God which we have to share to others.
Translate
Wednesday, 9 December 2015
DARI DUNIA MAYA BERJUMPA DI FLORES. ( Catatan perjalanan ku di Flores 3 )
Sudah sekitar tiga tahun kami dari group Berbagi kasih Tuhan kepada sesama di Face book yang berdomisili di Brisbane Australia, selalu mengadakan penggalangan dana bagi saudara - i di Flores khususnya ruteng, dengan menjual makanan. Hasil yang kami peroleh di sumbangkan bagi masyarakat miskin, ketika Ruteng mengalami banjir, juga kepada anak - anak SLB Karya Murni, bagi pembangunan pastoran Santo Agustinus Weleng, Panti rehabilitasi Kusta di Cancar, dan Panti rehabilitasi Santu Damian di Binongko, serta mengembangkan ternak babi bagi para janda di desa Kole.
Selama tiga tahun itu saya secara pribadi belum pernah bertemu muka dengan para Romo dan Suster di sana, kami hanya saling mengenal lewat face book saja.
Ada kerinduan saya untuk bertemu dengan mereka dan masyarakat di sana, kebetulan juga sudah beberapa kali Romo dan Suster bertanya kepada saya kapan akan datang berkunjung. Hampir setahun saya merencanakan perjalanan saya ke Flores dan kedatangan saya rencananya di cocokkan dengan masa panen padi anak - anak SLB Karya Murni.
Dua minggu sebelum berangkat saya menghubungi Suster Rosmeri dari SLB Karya Murni, untuk menanyakan apakah panen padi dapat di lakukan saat saya datang karena saya ingin
ikut panen bersama anak - anak SLB. Suster katakan kepada saya, maaf ibu kita gagal panen karena selama beberapa bulan ini tidak ada hujan tanah sangat kering.
Ada rasa kecewa saat itu, tetapi ya sudahlah bila tidak mungkin karena alam tidak mendukung mau bagaimana, lalu saya katakan kepada Suster bahwa saya ingin melakukan aktivitas di kebun mereka seperti ikut membersihkan dan lainnya, oh boleh Ibu suster katakan bahkan Suster mengajak saya untuk menginap di kebun bila mau, langsung saya katakan ok.
Rencanananya saya berangkat ke Labuan Bajo itu tanggal 6 November, tetapi Romo Beny meminta saya untuk datang lebih cepat karena warga desa telah menunggu untuk saya menyerahkan anak babi bagi mereka, oleh sebab itu saya mempercepat keberangkatan saya menjadi tanggal 4. Namun karena adanya gunung Rinjani yang meletus dan pesawat saya akhirnya di batalkan penerbangannya, maka akhirnya sepertinya memang itu yang di kehendaki oleh Tuhan saya tetap berangkat tanggal 6 sesuai rencana awal dengan route Kupang sebab Bali airport masih di tutup.
Karena tidak ada pesawat langsung dari Kupang ke Labuan bajo, oleh sebab itu saya harus beristirahat kurang lebih 7 jam di rumah Bp. Norbert dan Ibu Yovita, teman dari Romo Beny.
Suster Rosmeri yang sudah berada di Labuan Bajo sejak tanggal 4 November, memberi kabar kepada saya saat perjalanan saya ke Kupang bahwa dia harus segera kembali ke Ruteng karena ada hal mendadak yang harus di selesaikan.
Oleh sebab itu hanya Romo Beny yang akan menjemput saya di airport, ke esokan paginya setelah check in saya mengirimkan pesan kepada Romo bahwa saya akan segera berangkat, tetapi tidak mendapatkan balasan, begitu pula saat saya tiba di labuan Bajo saya coba menghubungi Romo kembali tetapi tetap tidak mendapatkan balasan, malah Romo Charly yang menghubungi saya dan menanyakan apakah saya sudah sampai?
karena dalam schedule yang menjemput saya adalah Romo Beny maka saya tidak bertanya pada Romo Charly apakah akan menjemput saya, saat itu saya hanya membalas pesannya bahwa saya baru tiba.
Kepada Bapak Porter yang membantu mengangkat koper, saya bertanya apakah ada taksi di sini? dia balik bertanya kepada saya ibu menginap di mana? seharusnya dari hotel ada jemputan, saya katakan mereka sudah menawarkan kepada saya untuk menjemput, tetapi karena Romo akan menjemput saya katakan tidak perlu, namun sampai saat ini saya belum menerima kabar dari Romo.
Saya katakan kepadanya coba Bapak tolong carikan taksi saja untuk saya, sambil kami berjalan keluar airport.
Saat itu saya melihat di luar ada dua sosok orang yang saya kenal melalui profilenya di Face book yaitu Romo Beny dan Romo Charly, ternyata mereka berdua sudah berada di depan menunggu saya.
Itu kejutan untuk saya.
Akhirnya setelah tiga tahun berteman di dunia maya kami bertemu juga di darat, kasih Tuhanlah yang mempertemukan kami semua, dalam kesempatan ini pula saya ingin mengucapkan terima kasih atas persahabatan, serta kerjasamanya yang telah terjalin selama ini,
Baik di dunia maya maupun di dunia nyata selama saya berada di Flores. Tuhan memberkati dan menyertai pengabdian serta pelayanan Romo Beny Jaya, Suster Rosmeri Sitinjak serta Romo Charly Crova selalu.
Labels:
Pelayanan
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment