Translate

Wednesday, 9 June 2021

BAHAGIA

 

Bahagia ?.. apa sich Sesungguhnya bahagia itu?

Aku yakin semua Manusia hidup punya Tujuan untuk bahagia dan berusaha untuk mendapatkan kebahagian itu.
Ada yang berusaha mendapatkan kebahagian melalui harta atau uang, pangkat atau jabatan, ketenaran, popularitas, pendidikan tinggi, status social, keluarga yang harmonis, keberhasilan dalam usaha dan lainnya. 
Untuk mencapai kebahagian itu Manusia adakalanya juga mengandalkan segala cara, ada cara yang baik ada pula yang tidak.
 
Dalam perjalanan meraih kebahagian itupun sering kali kita di hadapan pada saat yang sulit, pergumulan hidup, jatuh bangun, sakit penyakit, di hina, di sisihkan, penderitaan dan masih banyak lagi hal lainnya yang harus di hadapi.
Semua hal tersebut adalah proses untuk membentuk diri kita dalam memperoleh kebahagian seperti yang kita inginkan. Dalam proses itu ada pribadi - pribadi yang dapat bertahan, untuk terus berusaha, berjuang sekuat tenaga, namun ada pula yang menjadi lemah, capai, lalu menyerah.
 
Mereka yang akhirnya mendapatkan kebahagian seperti yang di inginkan, adakalanya tetap merasa tidak puas. Bahagia yang di dapat hanya terasa manis, indah, untuk sementara saja.
Jadi apakah artinya kebahagian itu?, setelah kita mendapatkan semua yang kita inginkan, harta, suksesnya usaha, popularitas, pendidikan tinggi, jabatan, status social dan lainnya tadi. 
 
Bahagia adalah Sesungguhnya suatu hal yang sederhana saja menurut ku...kita tidak perlu untuk mencari kesana kemarin untuk mendapatkannya, karena bahagia itu ada di dalam hati kita masing- masing.
Kita dapat merasakan bahagia yang Sesungguhnya melalui hal - hal kecil dan sederhana. 
 
Ketika aku masih dapat bangun, membuka mata dan menghirup udara segar setiap pagi itulah bahagia ku.
Ketika aku masih dapat mengucapkan syukur untuk hari yang baru yang Tuhan masih hadirkan dan kesempatan hidup yang Tuhan berikan bagi ku.
Itulah bahagia ku.
Ketika Tuhan memberikan kesehatan yang baik bagi orang- orang yang ku kasihi itulah bahagia ku.
 
Ketika mereka yang ku doakan mendapatkan kesembuhan, mereka mendapatkan kekuatan, jalan keluar dari persoalan hidup, mereka merasa damai, terhiburkan. Itulah bahagia ku
Ketika aku dapat berbagi, menolong mereka yang sakit, menderitakan dan miskin itulah bahagia ku.
Ketika aku dapat menerima segala penderitaan sakit dan salib ku dengan bersyukur selalu, itulah bahagia ku. 
 
Tuhan telah menanamkan benih - benih bahagia di hati kita masing - masing, tugas kita sebagai manusia adalah untuk menumbuhkannya memelihara, memupuk, merawat, menyirami, sehingga benih bahagia itu dapat tumbuh dengan subur, agar kita tidak terus mencari kebahagian - kebahagiaan yang semu..di luar sana.. 
 
Apakah arti bahagia itu untuk mu sahabat ku.?

Sunday, 18 September 2016

MENGAPA KUATIR??

Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? (Mat 6:27).

Kuatir kata itu senantiasa mewarnai hari - hari kehidupan manusia, yang kuatir akan masa depan anaknya, pekerjaannya, masa tuanya, kelangsungan hidup rumah tangganya,kesehatan, keadaan ekonominya, kuatir akan cepat tua dan lain sebagainya.

Apakah dengan kuatir Kita bisa memetik sesuatu yang baik,? sesuatu yang bisa memecahkan masalah yang sedang Kita hadapi,? saya rasa tidak, malah sebaliknya kuatir hanya Akan membuat hidup Kita menjadi tidak tenang, waktu Kita hanya Akan terbuang percuma Karena memikirkan apa yang belum pasti. Hari yang seharusnya indah Akan terasa begitu penat, melelahkan serta membosankan.

Cobalah kita singkirkan rasa kuatir itu melepaskannya dari pikiran kita dengan fokus pada hidup Kita saat ini, menerima serta menjalani hidup Kita hari ini dengan bersyukur dan terlebih dari itu adalah menyerahkan segala rasa kuatir Kita kepada Dia penyelenggara kehidupan Kita. Karena Dia pastinya telah menyiapkan jalan yang terbaik bagi Kita, rencanaNya selalu indah bagi kita meskipun pada awalnya sering tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan dan pikirkan.
Jangan buang waktu percuma serta merusak hidup mu dengan rasa kuatir itu ,sebab hidup dan waktu yang Kita miliki adalah sangat berharga, oleh sebab itu isilah dengan hal yang berharga pula. Semoga.

Wednesday, 14 September 2016

DOA ROSARIO MEMBEBASKAN DIRI DARI DEPRESI.


Dunia perfilman Hollywood beberapa waktu lalu di kejutkan dengan kepergian Robbin Williams, seorang tokoh perfilman yang pernah meraih piala Oscar dalam film good will hunting, dianggap jenius, punya banyak bakat, dia mampu membuat penontonnya tertawa juga menanggis. Kematiannya yang tragis dengan menggantung diri ini di akibatkan oleh depressi berat yang di deritanya.

Didalam beberapa wawancara dia terus terang menyatakan bahwa ada demon didalam dirinya, yang tidak dapat di mengerti oleh orang lain dan dia membutuhkan pertolongan untuk melepaskan diri dari depresinya itu. Sekalipun dia termashyur, berkecukupan dalam ekonomi di puja dan di sukai banyak orang, Istri dan anak - anaknya pun mengasihi dirinya, namun dia sendiri tidak merasakan ada cinta dia katakan selalu merasa bersalah karena tidak dapat menjadi suami dan ayah yang baik, sehingga karena dorongan rasa bersalah yang terus menerus itu timbul suatu dorongan dari dalam dirinya untuk mengakhiri hidupnya. Demon berusaha untuk memanipulasi keadaan yang di katakannya dalam suatu wawancara ketika dia berada di suatu tebing demon katakan bahwa dirinya dapat terbang dan membujuknya untuk terjun, sebab dia tidak akan mati bila terjun dari tebing itu.

Karena ketakutan - ketakutan yang terus menghantui dirinya ini maka dia melarikan diri pada obat dan minuman keras, namun semuanya tidak membuahkan hasil, dia semakin tertekan sehingga akhirnya dia tidak mampu lagi bertahan lalu mengakhiri hidupnya sendiri dengan menggantung diri.

Depresi bukan hanya dialami oleh para artis, tetapi di kalangan masyarakat Australia saat inipun banyak yang mengalaminya. Hampir setiap hari ada kasus bunuh diri yang di beritakan melalui radio dan televisi yang di sebabkan oleh depresi.

Bruder Mark yang datang mengunjungi Gereja lokal kami beberapa minggu lalu berbagi pengalamannya bagaimana dia dapat melepaskan dirinya dari depresi.
Ketika dia menjalani panggilan sebagai imam jiwanya sempat goyah ada perasaan bersalah yang terus menghantui dirinya, sehingga dia katakan kepada atasannya bahwa dia mau meninggalkan panggilannya sebagai seorang imam. Atasannya katakan tidak melarang dirinya bila memang itu adalah kemauannya, tetapi dia meminta Bruder Mark untuk sungguh berdoa memohon petunjuk Tuhan dalam satu minggu kedepan. Bruder Mark sendiri mengakui sebagai seorang Bruder dirinya jarang berdoa saat itu.

Doa Rosario adalah doa yang terus di bawakannya dengan tak henti, seminggu berlalu depresinya mulai berkurang, kemudian dia katakan kepada Tuhan bila keadaanya menjadi lebih baik lagi sampai akhir tahun itu dia akan tetap tinggal memenuhi panggilan imamatnya. Ketika dia berbagi pengalaman hidupnya dengan kami semua dengan bahagia dia katakan tahun ini adalah ulang tahun ke 50 imamatnya, rahasianya adalah terus berdoa Rosario sambil mengeluarkan sebuah Rosario hitam dari balik jubahnya.
Bila Kita mengandalkan kekuatan Kita sebagai manusia maka Kita akan di Hancurkan oleh diri Kita sendiri, namun bila Kita mengandalkan kekuatan Tuhan melalui doa terlebih doa Rosario maka Kita akan di kuatkanNya untuk melalui setiap pergumulan di dalam hidup ini sehingga Kita dapat menjadi pemenang bagi Tuhan. Semoga.

Tuesday, 29 December 2015

APAKAH RESOLUSI MU UNTUK TAHUN 2016?


Tak terasa kita hampir meninggalkan tahun 2015, esok lusa kita sudah memasuki tahun yang baru yaitu 2016.
Banyak orang yang sudah sibuk dengan membuat list Resolution untuk tahun baru yang akan kita jelang sebentar lagi. Sebelum kita membuat list yang baru hendaknya kita memeriksa kembali berapa point dari list yang lalu yang telah kita jalani dan bagaimana hasilnya?
Itulah yang hendaknya menjadi evalusi kita di akhir tahun ini, jangan kita terus membuat list yang baru hanya karena ikut zaman agar kelihatan keren ataupun tidak terkesan kampungan. Percuma saja bila kita membuat list yang baru hanya berupa catatan dan selanjutnya kita tidak melakukannya.

Cyril Cusack seorang Irish Actor ( 1910 - 1993 ) mengatakan " Bila kamu menanyakan apa New Years Resolution ku, adalah mengenali siapa diri ku"
Apa yang di katakannya sangat benar, tanpa kita sungguh mengenali terlebih dahulu siapa diri kita bagaimana kita akan membuat rancangan dan tujuan hidup kita selanjutnya.
Semua list new years resolution yang telah kita buat itu akan menjadi tidak ada gunanya, sekalipun list itu semuanya baik tujuannya karena akhirnya hanya akan berupa catatan tanpa pelaksanaan.


Oleh sebab itu kenalilah dulu diri mu barulah buat rancangan dan tujuan hidup mu agar semuanya tak menjadi sia - sia belaka sehingga di tahun 2016 kamu dapat sungguh fokus dan mempunyai arah kemana dan bagaimana hidup mu akan di jalani, apa yang perlu di tingkatkan atau apa yang perlu di kurangi mapun di hilangkan.
Dengan tahu jelas siapa diri mu maka tak banyak waktu juga yang akan di buang percuma, sebab arah tujuan hidup telah lebih jelas.
Selamat memasuki tahun 2016, dengan semangat dan harapan yang baru. Tuhan menyertai kita selalu..

Friday, 18 December 2015

DIMANA KEBAHAGIAN ITU?

Manusia itu mahluk yang tidak pernah merasa puas dengan dirinya dan apa yang dia miliki, meskipun dia sudah mempunyai segalanya, apapun yang dia mau dia dapat membelinya, tempat manapun yang ingin dia kunjungi dia dapat pergi, makanan semahal apapun dia dapat membeli, mobil mewah sebagai kereta kencana, dapat berganti - ganti setiap hari, rumah yang megah pun sudah menjadi miliknya, jabatan tinggi ada di tangannya, keluargapun dapat di katakan sempurna, istri catik, suami ganteng dan anak - anak yang berpendidikan baik. Apalagi yang di inginkan?

Kebahagian itulah yang hilang, karena sering kali manusia tidak bersyukur dengan apa yang telah dia miliki, sebab  itu juga dia terus mencari dan mencari di luar sana melalui hiburan untuk memuaskan hatinya, melalui minuman keras, obat - obat penenang dan lainnya . Namun sesungguhnya kebahagiaan itu ada di dalam diri kita sendiri. Justru mereka yang hidupnya dalam keterbatasan lebih dapat merasakan kebahagiaan, karena mereka dapat mensyukuri apa yang mereka dapatkan dan miliki  didalam hidup ini. Didalam kekurangan sekalipun mereka yang sederhana dapat dan mau berbagi dengan saudara - i nya yang lain dan di situlah Tuhan melimpahkan suka citanya. Firman Tuhan katakan Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.
1 Tes 5:18

Maka bila sampai hari ini kita belum melaksanakan apa yang di firmankan Tuhan diatas, dan masih mencari kebahagiaan itu, mulailah berbenah diri, carilah kebahagiaan itu di dalam diri kita sendiri, dan mulailah berbagi  serta peduli kepada sesama yang membutuhkan, bukan untuk mencari popularitas, tetapi lakukanlah dengan tulus iklas. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh. Yoh 15 : 11..Amin..

Saturday, 12 December 2015

MENILIK WAE REBO NEGERI DI ATAS ANGIN (4)

Desa terpencil yang mendapat penghargaan dari UNESCO

Desa Wae Rebo belum banyak di kenal oleh masyarakat Indonesia sendiri tetapi justru sudah terkenal di manca negara. Kepala adat mengatakan ada pula seorang wanita warga negara Swedia yang sempat tinggal di sana selama 19 bulan untuk belajar budaya dan bahasa mereka. Orang Indonesia pertama yang mengunjungi desa terpencil ini adalah Yori Antar, arsitek dari Jakarta, dan kawan-kawan pada tahun 2008, tanpa tahu persis di mana desa ini berada. Bermodalkan gambar di kartu pos, mereka menanyakan penduduk sekitar untuk mengantarkan mereka ke desa ini. Ketika mereka sampai di sana, penduduk setempat kaget. Alexander Ngandus, warga lokal desa ini berkata, “Bagi masyarakat Wae Rebo, kehadiran mereka seperti bagian dari kunjungan Presiden Republik Indonesia. Karena tidak pernah ada orang Indonesia yang berkunjung sebelumnya kecuali wisatawan asing.

Kampung mini yang terletak di Desa Satarlenda, Kec. Satarmese Barat, Manggarai, NTT ini pun seperti negeri dongeng. Antara ada dan tiada. Bahkan, orang Manggarai sendiri jarang yang tahu Wae Rebo.
Tanggal 27 Agustus 2012. Sebuah sejarah besar untuk Wae Rebo. Badan PBB untuk pendidikan dan kebudayaan, UNESCO, menganugerahi Wae Rebo sebagai peraih Award of Excellence pada UNESCO Asia-Pacific Awards for Cultural Heritage Conservation.
Sebuah penghargaan tertinggi dalam bidang konservasi warisan budaya. Wae Rebo mengalahkan pesaing-pesaing seluruh dunia yang tak kalah berkualitas. Adalah Mbaru Niang yang menjadikan Wae Rebo terkenal dan mendapat penghargaan. Mbaru Niang merupakan rumah khas orang Manggarai berbentuk kerucut raksasa. Meski begitu, keberadaannya di Manggarai telah digantikan mayoritas rumah ‘generik’ yang berbentuk persegi dan beratap seng. Hanya di Wae Rebo, konstruksi Mbaru Niang dapat lestari dan berjumlah lengkap. Tapi siapa sangka, Mbaru Niang di Wae Rebo juga pernah terancam kepunahan. Jumlah rumah adat memang hanya tujuh dan selalu berusaha dipertahankan masyarakat Wae Rebo. Untuk bertambah sudah tidak mungkin karena angka tujuh telah final. Tujuh melambangkan tujuh kekuatan yang menjaga desa. Tapi, untuk berkurang tidak terhindarkan akibat lapuk termakan zaman atau ketidakmampuan melakukan perbaikan. Tahun 2008, hanya tersisa tinggal empat Mbaru Niang. Dua di antaranya sudah reyot dan membahayakan penghuninya.

Adalah Yori Antar, seorang arsitek nasionalis yang membidani restorasi dan renovasi Mbaru Niang di Wae Rebo. Setelah kunjungan pertamanya bersama beberapa arsitek, Yori menggalang donasi untuk membenahi dan melengkapkan Mbaru Niang kembali menjadi tujuh. Mbaru Niang. Saat ini sudah lengkap tujuh. Hasil upaya bersama menjaga tradisi Manggarai.
Pada langkah awal, Yayasan Tirto Utomo mau membiayai perbaikan dua Mbaru Niang yang reyot. Tapi, masalahnya, informasi konstruksi Mbaru Niang sangat minim. Dua rumah pun akhirnya dibongkar untuk dipelajari, dicatat, direkam hingga kemudian dibangun kembali. Tiga Mbaru Niang lain baru dibangun pada awal 2011, ketika Pengusaha Arifin Panigoro dan Laksamana Sukardi mendanai masing-masing satu rumah.
Satu rumah lagi kembali didanai Yayasan Tirto Utomo. Adapun biaya membangun satu rumah adat Wae Rebo itu sekitar Rp 250 juta. Biaya ini sebagian besar untuk pengadaan bahan material. Adapun tenaganya dilakukan secara gotong-royong.
Penghargaan UNESCO pun menjadi apresiasi atas renovasi dan restorasi Mbaru Niang yang telah meningkatkan semangat dan kebanggaan sebuah komunitas lokal ke tingkat dunia. Renovasi itu tak hanya sukses melestarikan bentuk rumah adat, tetapi juga berhasil mengabadikan pengetahuan tradisional soal arsitektur dan tata cara adat pembangunan rumah.

“Berita penghargaan itu kami baru terima seminggu setelah pengumuman.” ungkap Aleks Dei. Wajarlah memang karena tak ada akses internet di Wae Rebo. Akses telepon saja belum ada. Listrik baru sebatas dari generator. Sebelum Yori Antar mulai merenovasi Mbaru Niang, banyak orang asing telah berdatangan ke Wae Rebo. Mereka datang, baik sebagai wisatawan ataupun peneliti. Dari tahun 2002-2009, di buku tamu tercatat ada 480 wisatawan. Tapi, miris ternyata hanya 15 orang – termasuk rombongan Yori Antar – yang merupakan wisatawan Indonesia. Betapa Wae Rebo pada awalnya merupakan ‘tempat’ asing bagi warga negeri sendiri. Jujur, saya terenyuh di dalam hati.
“Mbaru Tembong ini pernah diperbaiki pada tahun 2006 oleh dosen dan para mahasiswa dari Taiwan yang mengadakan penelitian di Wae Rebo” ungkap Vitalis, seolah menegaskan bahwa orang-orang asing lebih dulu mengenal Wae Rebo dibanding masyarakat Indonesia.
Dengan dikukuhkannya prestasi Wae Rebo di ajang internasional, kini semakin banyak wisatawan Indonesia yang datang. Pada tahun 2012, jumlah pengunjung memang masih lebih banyak asing, tetapi selisih dengan jumlah pengunjung Nusantara makin sedikit. Artinya, jumlah pengunjung dari dalam negeri kian banyak. Jelas, sebuah tren bagus untuk menggambarkan kecintaan dan kepedulian masyarakat Indonesia terhadap Wae Rebo. Tapi. Saya tetap khawatir. “Apakah setiap mahakarya Indonesia mesti mulai dihargai warga di negeri sendiri ketika terlebih dulu diakui di dunia Internasional? Lantas, bagaimana kalau tidak ada pengakuan? Apakah kita masih menghargai sepenuh hati, mengunjunginya setulus apa adanya? Retorika ini muncul karena saya sedih melihat realitas orang Indonesia baru ramai datang ketika Wae Rebo sudah terlebih dulu mendunia.

Perjalan panjang, sulit dan melelahkan ke Negeri di atas awan itu pada akhirnya berbuah suka cita yang tak dapat kami katakan, dan melalui perjalanan itu aku diingatkan kembali bahwa di dalam hidup ini baik di kala kita harus berjalan mendaki maupun menurun selalu akan ada proses yang harus kita hadapi dan jalani dan di dalam setiap proses itu bila kita terus bersabar menjalani dengan tak pernah putus harapan melangkah serta tetap fokus dengan tujuan kita maka pada akhirnya semuanya akan menjadi indah, seindah kunjungan kami ke desa Wae Rebo desa diatas angin yang sungguh indah.
semoga melalui tulisan ku, yang ku tambahkan informasi dari berbagai sumber ini banyak orang yang tertarik untuk mengunjungi dan melestarikan Wae Rebo agar peninggalan sejarah yang tak di miliki oleh bangsa lain ini tidak punah dan tetap nyata keberadaannya hingga anak cucu kitapun dapat melihat dan mengunjunginya.

MENILIK WAE REBO NEGERI DI ATAS ANGIN.(3)

Pendapatan dan biaya Admistrasi.

Setelah acara serah terima selesai kamipun diantar ke rumah tamu, bangunan ini serupa bentuk dengan rumah utama hanya di pucuknya tidak memakai tanduk kerbau. Dirumah ini kami mendapatkan sajian teh atau kopi yang adalah hasil kebun mereka sendiri, di situ juga di sediakan tempat beristirahat berupa tikar yang di jajarkan dengan bantal yang juga terbuat dari bahan tikar. Sementara kami menikmati kopi sambil melepas lelah beberapa orang ibu sibuk di dapur mempersiapkan makanan bagi kami, dapur mereka terpisah dari bangunan induk letaknya di belakang di dalam bangunan yang lebih kecil. Tiga orang ibu sedang memasak di sana, masing - masing memiliki tugas yang berbeda, yang satu membuat sayur, yang seorang menggoreng kerupuk singkong dan yang lainnya memasak nasi, semuanya di lakukan secara tradisional dengan memakai tungku batu dan kayu api.

Saya sempat bertanya apa makanan utama di sini?, mereka katakan sayur penduduk desa wae Rebo jarang sekali makan daging sekalipun mereka mempunyai ternak ayam dan babi. Mereka memasak daging hanya bila ada tamu saja. Setelah mengambil beberapa photo sambil menunggu makanan selesai di masak saya menyempatkan diri untuk berbincang - bincang dengan salah seorang tamu dari Belanda bernama Rob yang kebetulan kami sudah sempat bertemu sehari sebelum tiba di Wae Rebo saat kendaraan kami harus berhenti karena perbaikan jalan.
Dia katakan mulanya tidak percaya bahwa untuk mencapai Wae Rebo memerlukan waktu yang lama. Dia menggambarkan jarak dari Labuan bajo ke desa Denge hanya sejengkal saja tetapi memakan waktu enam jam, dan dari desa Denge ke Wae Rebo tiga jam berjalan kaki menurut temannya. Tetapi akhirnya saya percaya katanya, malah untuk mencapai Wae Rebo dia dan anaknya memerlukan waktu tiga jam empat puluh lima menit.

Tak lama menunggu akhirnya masakan selesai dan siap untuk kami santap, makanan yang tersaji sangatlah sederhana, ada sayur bening dari daun singkong dan pepaya muda, telur dadar, sambal dan kerupuk singkong, sekalipun sederhana terasa sangatlah nikmat terlebih udara mulai dingin saat itu.
Untuk makan siang dan kopi yang di suguhkan setiap orang di kenakan bayaran sebesar dua ratus ribu rupiah, dan bila menginap akan di kenakan biaya sebesar tiga ratus lima puluh ribu rupiah. Ada kesan komersil di sana padahal sesungguhnya uang administrasi di Wae Rebo ini sudah diatur menurut kearifan lokal setempat. Pengelolaan uang ini dipercayakan kepada Lembaga Pariwisata Wae Rebo. Uang administrasi yang didapat dari wisatawan digunakan untuk keperluan biaya bahan makanan dan memasak makanan yang dibuat oleh para ibu, pemeliharaan infrastruktur kampung, bahan bakar generator set dan sumber air.

Penduduk Wae Rebo sendiri bukannya tanpa usaha selain mendapat tambahan dari wisatawan yang berkunjung. Kopi dan kain cura adalah salah satu usaha yang menjadi penghasilan utama dari penduduk kampung Wae Rebo. Kopi yang dijadikan komoditi adalah jenis arabika. Sedangkan kain  cura menjadi kerajinan kain tenun yang dilakukan oleh ibu-ibu di Wae Rebo. Kain cura ini memiliki motif khas berwarna cerah. Untuk pejalan yang memang tertarik  untuk mengoleksi kain tenun dari beberapa daerah di Indonesia, kain cura ini bisa menjadi pilihan tersendiri.


MENILIK WAE REBO NEGERI DI ATAS ANGIN.(2)

Budaya dan tradisi yang masih di pertahankan.

Segala rasa penat, sakit kelelahan hilang seketika saat kami melihat Negeri diatas Angin itu. Pak Tagor penuntun jalan kami lalu membunyikan kentongan bambu sebagai tanda bahwa ada tamu hingga penduduk dapat bersiap diri menyambut dan mempersiapkan jamuan. Dari post jaga itu kami sudah dapat melihat rumah - rumah penduduk desa wae Rebo, rumah beratap ijuk itu di sebut Mbaru Niang yang seluruhnya hanya 7 buah bangunan rumah saja.
Rumah yang memiliki bentuk seperti kerucut dengan tinggi sekitar 15 meter dan terbuat dari daun lontar atau rumbia. Mbaru Niang atau rumah adat ini dibangun dengan memiliki 5 lantai. Lantai pertama di beri nama Lutur, merupakan tempat tinggal yang punya rumah. Tempat ke-dua diberi nama Lobo, merupakan tempat menyimpan bahan makanan dan barang. Tempat ketiga dinamakan Lentar, merupakan tempat menyimpan benih jagung dan bibit tanaman. Tempat ke-empat dinamakan Lempa Rae, tempat menyimpan stock cadangan makanan dikala panen gagal karena kendala cuaca. Tempat ke-lima dinamakan Hekang kode, merupakan tempat menyimpan sesajian bagi para leluhur. Rumah utama terdiri dari satu ruang tengah yang besar dan di sisi - sisinya ada delapan ruangan yang masing - masing di huni oleh satu keluarga jadi dalam rumah itu ada delapan keluarga.

Setiba di pelataran desa kami tidak boleh mengambil photo sebelum bertemu dulu dengan kepala adat, sebagai tradisi untuk memohon ijin dan penghormatan kepada para leluhur yang telah meninggal.
Kepala adat tinggal di rumah utama yang di pucuk rumahnya memakai lambang tanduk kerbau, mereka percaya bahwa nenek moyang mereka berasal dari Minang Kabau karena tanduk kerbau yang masih di pakai sebagai lambang rumah utama. Mereka sendiri tidak tahu sejak kapan mereka telah berada disana tetapi dari silsilah keturunan mereka yang masih tinggal saat ini adalah keturunan yang ke 18.

Di desa Wae Rebo ini hanya memiliki satu klan (marga) saja berbeda dengan dusun tradisional lainnya yang memiliki lebih dari satu klan (marga). Ada yang unik dari warga masyarakat dusun Wae Rebo ini, yaitu mereka dilarang memakan satu binatang yang sangat dikeramatkan, yaitu musang. Menurut tetua adat masyarakat Wae Rebo, Musang termasuk hewan yang berteman dengan leluhur mereka saat pertama kali datang ke Wae Rebo. Oleh karena itu mereka mempercayai bahwa Musang adalah bagian dari leluhur mereka.

Jumlah seluruh warga dalam desa itu ada 800 orang terdiri dari orang tua, muda dan anak - anak, tetapi tidak semua dari mereka saat ini tinggal di sana ada juga yang sudah pergi merantau dan bersekolah di tempat lain. Penduduk di sana sangat ramah dan menghargai para tamu yang datang berkunjung kesana.

Saat bertemu dengan ketua adat pak Tagor menyampaikan pemberian kami sebagai syarat yang telah di tentukan yaitu sebesar dua puluh ribu rupiah, adalah tanda memohon ijin berkunjung dan meminta perlindungan kepada para leluhur yang telah meninggal dan menjaga tempat itu. Tetua adat Wae Rebo kemudian akan melakukan briefing kecil tentang beberapa hal yang tabu dilakukan selama para tamu berada di Wae Rebo. Beberapa hal tersebut antara lain adalah memakai pakaian sopan, artinya untuk para wanita tidak diperkenankan memakai tank top atau hot pants, selain karena udara dingin, hal ini akan membuat warga masyarakat menjadi risih. Hal lain yang perlu mendapat perhatian adalah tidak menunjukkan kemesraan, baik itu dengan lawan jenis maupun sejenis, seperti berpegangan tangan, berpelukan atau berciuman, bahkan untuk yang sudah berstatus suami istri. Hal lain yang perlu dihindari adalah mengumpat atau memaki selama berada di kampung ini. Pengunjung juga diharuskan melepaskan alas kaki ketika masuk ke dalam rumah. Setelah selesai briefing barulah kami dapat menyerahkan bawaan kami yang lain berupa buku, alat tulis juga Rosario, karena masyarakat disana semuanya beragama Katholik dan mereka sangat senang menerima Rosario.


MENILIK WAE REBO NEGERI DI ATAS ANGIN.(1)

Perjalanan salib menuju Negeri diatas angin.

WAE REBO, Mungkin sudah ada yang pernah mendengar ataupun mengunjungi tempat ini, Wae Rebo juga di kenal dengan julukan Negeri di atas angin terletak 1.100 meter di atas permukaan laut.
Di katakan demikian karena desa terpencil yang masih terisolir ini berada di balik bukit, akan terlihat begitu indah ketika kabut turun menutupi. Untuk mencapai ke desa ini memerlukan waktu, tenaga serta pengorbanan yang tidak sedikit. Rencananya kami akan menginap di desa ini tetapi hari itu sudah terlalu larut bagi kami untuk mendaki, karena sebelumnya kami harus berhenti di jalan selama kurang lebih satu setengah jam, di karenakan ada perbaikan.

Sekitar jam sepuluh malam kami baru tiba di paroki Denge, Denge adalah desa di pesisir pantai yang merupakan desa terakhir yang dapat disinggahi sebelum mendaki menuju desa Wae Rebo.
Malam itu kami bermalam disana, saya bersama Suster Rosmeri Sitinjak dari SLB Karya Murni, Romo Charly Krowa dari Seminari Labuan Bajo dan Oom Yos supir dari Keuskupan.
Sebelum menuju ke Paroki Romo dan Suster sudah berusaha untuk menghubungi Romo Gusti selaku Romo Paroki di sana untuk memberitahukan bahwa kami akan datang dan menginap, tetapi karena tidak ada signal maka kami tidak dapat memberi kabar. Akhirnya kami tiba di sana, kebetulan mereka masih belum tidur karena sedang ada pertemuan bulanan, yang di hadiri oleh para Romo dari paroki - paroki lainnya yang kebetulan juga menginap di sana.

Kami mendapat jamuan makan malam, sementara Romo mempersiapkan tempat bagi saya dan Suster untuk beristirahat di bantu oleh dua suster lain. Setelah mandi dan makan malam lalu kami segera ijin untuk beristirahat karena esok hari harus melanjutkan perjalanan ke Wae Rebo.
Pukul 5 pagi kami bangun, setelah sarapan kami diantar oleh Romo Gusti kerumah salah seorang penduduk desa Denge yang akan mengantarkan kami menuju desa Wae Rebo. Pak Tagor warga Denge bersedia mengantarkan kami ke desa Wae Rebo, jalan pertama yang kami lalui masih cukup lebar meskipun berbatu - batu, kemudian Pak Tagor membawa kami melalui jalan pintas, yaitu jalan setapak melintasi hutan.

Udara saat itu panas sekali peluh membasahi sekujur tubuh jalan terus mendaki, kami mulai kelelahan kaki terasa lemas bagian betis terasa keras, Suster pun mengeluh daerah sekitar paha terasa sakit begitu pula dengan Romo yang merasakan sakit pada bagian pinggang. Beberapa kali kami hampir jatuh beruntung sekali ada tongkat hiking yang di pinjamkan oleh seorang teman Australi saya, sehingga dapat
di pergunakan sebagai penahan ketika kami akan terjatuh.

Saat mendaki Wae Rebo kami teringat akan perjalanan salib Tuhan Yesus, Penderitaan Tuhan Yesus pada saat itu pastinya melebihi apa yang sedang kami jalani saat itu. Kami berjalan tanpa luka di tubuh, tanpa salib di bahu tidaklah pantas bagi kami untuk mengeluh, oleh sebab itu Romo mengajak kami untuk bernyanyi dan kamipun saling menguatkan dengan berbagi cerita serta renungan. Setelah melewati kali dan jembatan dari bambu kami berhenti sejenak untuk menikmati pemandangan sambil menyantap roti dan mengambil beberapa photo di sekitar ngarai.

Perjalanan kami masih panjang ada petunjuk yang tertancap menunjukkan angka 4.5 km lagi menuju desa Wae Rebo, emmpat setengah kilometer untuk saya di jalan biasa tidak menjadi masalah dengan berlari dalam waktu 20 menit dapat terselesaikan. Tetapi perjalanan 4.5 km menuju desa Wae Rebo adalah perjalanan mendaki, licin dan berbatu - batu, dengan tetap saling menyemangati kami terus berjalan, memakan waktu sekitar 4 jam akhirnya kami sampai di pendopo atau pos pemantau.

Wednesday, 9 December 2015

DARI DUNIA MAYA BERJUMPA DI FLORES. ( Catatan perjalanan ku di Flores 3 )


Sudah sekitar tiga tahun kami dari group Berbagi kasih Tuhan kepada sesama di Face book yang berdomisili di Brisbane Australia, selalu mengadakan penggalangan dana bagi saudara - i di Flores khususnya ruteng, dengan menjual makanan. Hasil yang kami peroleh di sumbangkan bagi masyarakat miskin, ketika Ruteng mengalami banjir, juga kepada anak - anak SLB Karya Murni, bagi pembangunan pastoran Santo Agustinus Weleng, Panti rehabilitasi Kusta di Cancar, dan Panti rehabilitasi Santu Damian di Binongko, serta mengembangkan ternak babi bagi para janda di desa Kole.

Selama tiga tahun itu saya secara pribadi belum pernah bertemu muka dengan para Romo dan Suster di sana, kami hanya saling mengenal lewat face book saja.
Ada kerinduan saya untuk bertemu dengan mereka dan masyarakat di sana, kebetulan juga sudah beberapa kali Romo dan Suster bertanya kepada saya kapan akan datang berkunjung. Hampir setahun saya merencanakan perjalanan saya ke Flores dan kedatangan saya rencananya di cocokkan dengan masa panen padi anak - anak SLB Karya Murni.

Dua minggu sebelum berangkat saya menghubungi Suster Rosmeri dari SLB Karya Murni, untuk menanyakan apakah panen padi dapat di lakukan saat saya datang karena saya ingin
ikut panen bersama anak - anak SLB. Suster katakan kepada saya, maaf ibu kita gagal panen karena selama beberapa bulan ini tidak ada hujan tanah sangat kering.
Ada rasa kecewa saat itu, tetapi ya sudahlah bila tidak mungkin karena alam tidak mendukung mau bagaimana, lalu saya katakan kepada Suster bahwa saya ingin melakukan aktivitas di kebun mereka seperti ikut membersihkan dan lainnya, oh boleh Ibu suster katakan bahkan Suster mengajak saya untuk menginap di kebun bila mau, langsung saya katakan ok.

Rencanananya saya berangkat ke Labuan Bajo itu tanggal 6 November, tetapi Romo Beny meminta saya untuk datang lebih cepat karena warga desa telah menunggu untuk saya menyerahkan anak babi bagi mereka, oleh sebab itu saya mempercepat keberangkatan saya menjadi tanggal 4. Namun karena adanya gunung Rinjani yang meletus dan pesawat saya akhirnya di batalkan penerbangannya, maka akhirnya sepertinya memang itu yang di kehendaki oleh Tuhan saya tetap berangkat tanggal 6 sesuai rencana awal dengan route Kupang sebab Bali airport masih di tutup.

Karena tidak ada pesawat langsung dari Kupang ke Labuan bajo, oleh sebab itu saya harus beristirahat kurang lebih 7 jam di rumah Bp. Norbert dan Ibu Yovita, teman dari Romo Beny.
Suster Rosmeri yang sudah berada di Labuan Bajo sejak tanggal 4 November, memberi kabar kepada saya saat perjalanan saya ke Kupang bahwa dia harus segera kembali ke Ruteng karena ada hal mendadak yang harus di selesaikan.
Oleh sebab itu hanya Romo Beny yang akan menjemput saya di airport, ke esokan paginya setelah check in saya mengirimkan pesan kepada Romo bahwa saya akan segera berangkat,  tetapi tidak mendapatkan balasan, begitu pula saat saya tiba di labuan Bajo saya coba menghubungi Romo kembali tetapi tetap tidak mendapatkan balasan, malah Romo Charly yang menghubungi saya dan menanyakan apakah saya sudah sampai?
karena dalam schedule yang menjemput saya adalah Romo Beny maka saya tidak bertanya pada Romo Charly apakah akan menjemput saya, saat itu saya hanya membalas pesannya bahwa saya baru tiba.

Kepada Bapak Porter yang membantu mengangkat koper, saya bertanya apakah ada taksi di sini? dia balik bertanya kepada saya ibu menginap di mana? seharusnya dari hotel ada jemputan,  saya katakan mereka sudah menawarkan kepada saya untuk menjemput, tetapi karena Romo akan menjemput saya katakan tidak perlu, namun sampai saat ini saya belum menerima kabar dari Romo.
Saya katakan kepadanya coba Bapak tolong carikan taksi saja untuk saya, sambil kami berjalan keluar airport.
Saat itu saya melihat di luar ada dua sosok orang yang saya kenal melalui profilenya di Face book yaitu Romo Beny dan Romo Charly, ternyata mereka berdua sudah berada di depan menunggu saya.
Itu kejutan untuk saya. 

Akhirnya setelah tiga tahun berteman di dunia maya kami bertemu juga di darat, kasih Tuhanlah yang mempertemukan kami semua, dalam kesempatan ini pula saya ingin mengucapkan terima kasih atas persahabatan, serta kerjasamanya yang telah terjalin selama ini,
Baik di dunia maya maupun di dunia nyata selama saya berada di Flores. Tuhan memberkati dan menyertai pengabdian serta pelayanan Romo Beny Jaya, Suster Rosmeri Sitinjak serta Romo Charly Crova selalu.

Tuesday, 24 November 2015

CATATAN PERJALANAN KU DI FLORES (2)

Kesabaran dan Niat Tulus ku di uji Tuhan

Tanggal 4 November 2015, sebelum jam 2 dini hari aku telah terjaga, meskipun aku telah meminta pihak hotel untuk wake up call jam 2 pagi.
Mata ku tak dapat terpejam kembali karena kuatir terlambat berangkat ke airport untuk perjalanan ku ke Labuan Bajo ( Flores ), tempat pertama yang akan aku singgahi.

Jam 3 pagi taksi ku tiba dalam perjalanan ke Airport, aku sempat berbincang - bincang dengan Bapak supir taksi, dia bertanya aku mau pergi kemana?
ku katakan tujuan ku ke Labuan Bajo melalui Bali, lalu dia katakan Bu sepertinya lapangan terbang di Bali di tutup karena Gunung Rinjani meletus. Oh ya kata ku, karena tidak sempat mendengarkan berita sebelumnya, tetapi ya sudah kita lihat saja bagaimana nanti kataku, kalau memang tidak bisa berangkat apa mau dikata, karena itupun demi keselamatan.

Aku tiba hampir jam 4 pagi di Airport Soekarno Hatta, setelah Checkin dan membayar kelebihan bagasi aku langsung menuju ruang tunggu, sekitar jam 5 pagi ada pemberitahuan pertama bahwa pesawat Garuda di tunda penerbangannya menjadi jam 6 am, sekitar sepuluh menit kemudian ada pengumuman kedua pesawat di tunda lagi jam 6.30 am. Aku tetap menunggu dengan tenang, terdengar kembali pengumuman yang ketiga pesawat di tunda kembali penerbangannya ke jam 8.30 am.

Kebetulan di seberang ku ada seorang Ibu yang berdomisili di Labuan Bajo dan kami pun sempat berbincang - bincang saat itu, dan ketika jam telah melewati 8.30 am ada pengumuman kembali bahwa penerbangan untuk hari itu di batalkan.
Bersama - sama dengan Ibu itu aku menuju customer service Garuda untuk reschedule penerbangan ku.
Antrian panjang sekali saat itu, dan semua orang bingung, termasuk aku sendiri karena Para Romo dan Suster dari Ruteng telah menunggu ku di Labuan Bajo. Ketika giliran ku tiba aku meminta kepada petugas untuk mereschedule ticket ku untuk keberangkatan pada hari berikutnya, tetapi ternyata esok hari tidak ada penerbangan. Ku coba merubah route melalui jalan lain yaitu kupang tetapi ternyata sudah penuh, akhirnya setelah sekian lama ku putuskan untuk menggambil saja penerbangan tanggal 10, karena hanya itu yang masih tersedia.

Saat itu sempat terpikir oleh ku untuk tidak jadi berangkat ke Flores, karena ternyata kok sulit sekali ya, ah mungkin lebih enak stay saja di Jakarta berkumpul bersama keluarga. Namun segera ku tepis godaan itu, lalu aku menghubungi Romo Benny yang sebelumnya mengurus ticket ku dari Ruteng. Beliau katakan ibu sabar ya saya akan coba mencarikan ticket lain dengan penerbangan lain.
Dalam perjalanan menuju rumah adik ku seorang bapak dari Labuan bajo menghubungi aku, dia adalah orang yang di minta Romo untuk mengurus ticket keberangkatan ku selanjutnya. Puji Tuhan ada penerbangan yang tersedia untuk keesokan hari, yaitu dengan Lion Air meskipun aku harus menunggu sekitar 7 jam di kupang karena keesokan harinya baru ada penerbangan ke Labuan Bajo, aku katakan ok, aku ambil saja. Lega rasanya aku sudah punya ticket baru dan kerinduan ku untuk datang ke Flores tidak sirna.

Sekalipun ticket Garuda ku yang di batalkan bukan karena kesalahan ku tetapi karena kejadian alam dan hanya di kembalikan 25%nya, semua kekecewaan ku akhirnya terbayar lunas dengan suka cita yang penuh.
Akhirnya pada tanggal 6 jam 10 pagi aku dapat sampai di Labuan Bajo, dan sebelumnya sempat singgah di kupang selama 7 jam beristirahat di rumah Bp. Norbert dan Ibu Yovita yang tidak aku kenal sebelumnya.
Terima kasih untuk Romo Benny yang telah mengatur seluruh perjalanan ku, hingga aku pun dapat bertemu dengan keluarga yang baik seperti Bp. Norbert dan Ibu Yovita.

Melalui segala pergumulan dalam perjalanan pelayanan ku ke Flores ini, aku katakan kepada Suster dan Romo bahwa kesabaran dan niat tulus ku benar - benar di uji oleh Tuhan.
Apakah ini yang sungguh aku inginkan? apakah aku melakukan ini hanya untuk kepentingan diri ku, untuk mencari popularitas saja ? atau sungguh untuk melayani sesama bagi kemuliaan nama Tuhan?.
Sekali lagi hanya Tuhan yang tahu jawabannya, hingga akhirnya Dia sungguh mengijinkan aku melakukan perjalanan ku di Flores tanpa mengalami hambatan dan kesulitan lagi.

Apapun yang kita lakukan dengan niat dan hati yang tulus pada akhirnya akan berbuah suka cita.



Monday, 23 November 2015

CATATAN PERJALAN KU DI FLORES (1)


Jam sudah menunjukan pukul 2.20 pagi namun mata ku belum dapat terpejam juga..pikiran ku melayang kepada Merlin, dia seorang anak yang menderita cacat sejak lahir akibat pil KB yang di konsumsi ibunya. Ketika aku datang Merlin sedang tidur, dia berbaring di dalam sebuah tempat tidur bayi. Suster Martina membuka kelambu tempat tidurnya seraya memanggil namanya..Merlin..Merlin..engkau sedang tidur sapa Suster Martina, perlahan dia membuka matanya memandang ke arah Suster Martina dengan gembira, lalu Suster Martina memperkenalkan aku kepada Merlin. Ku sapa dia dengan memanggil namanya seraya memegang tangannya..Meski tak dapat menjawab dia membalas sapaan ku dengan membalas genggaman tangan ku dengan erat..Ada air hangat yang terasa akan meleleh dari sudut mata ku namun ku berusaha untuk menahannya..rasa bahagia dan haru karena Tuhan menyapaku dengan kasih melalui genggaman Merlin.

25 Tahun usia Merlin namun badan dan kepalanya kecil dia seperti seorang bayi, meskipun sosok wajahnya terlihat dewasa. Selama ini Merlin hanya berada di tempat tidur dan hanya dapat mengkonsumsi bubur..Oleh karenanya sampai saat ini Merlin belum menerima komuni pertama.

Suster Martina kepala Suster di Santo Damian Binongko bersama dua Suster lainnya yaitu Suster Novis dan Ani..merawat Merlin dan anak - anak cacat fisik lainnya dengan penuh Cinta kasih serta kesabaran.
Aku sangat terharu akan pelayanan mereka terlebih akan semangat anak - anak cacat. Sejak aku datang tak kulihat ada kesedihan dan duka cita di mata mereka namun justru kegembiraan, suka cita dan semangat yang luar biasa mengalir dari mereka. Sehingga mereka tidak merasa berbeda dengan kami yang memiliki fisik yang normal.
Para Suster dan anak - anak mempunyai semangat cinta yang tulus dan hidup. Keterbukaan hati Para Suster untuk berbagi cinta kepada mereka telah membuahkan suka cita yang tak tertahankan

Terima kasih ku kepada Tuhan yang telah mengijinkan dan memberi ku kesempatan untuk berada bersama mereka meskipun hanya sekejap. Sekalipun hanya sekejap banyak pelajaran hidup yang dapat ku terima dari mereka. Yang utama adalah BERSYUKUR akan hidup yang telah Tuhan berikan apapun keadaan kita, karena hanya dengan bersyukur maka kita dapat merasakan keindahan hidup yang Tuhan telah berikan sekalipun fisik kita tak sempurna, problem hidup datang silih berganti, kemiskinan menemani.
Sempat ku katakan kepada mereka bukan karena aku ada di sana mereka berbahagia, tetapi aku berbahagia karena dapat berada di tengah mereka yang berbahagia. Mereka yang dapat menerima dan mensyukuri hidup.

Semoga melalui tulisan perjalanan pelayanan ku ini banyak hati yang tergerak untuk mau berbagi cinta kasih kepada sesama yang membutuhkan. Kebahagiaan yang ku rasakan sungguh tak dapat ku lukiskan..Puji Syukur ku hanya bagi mu Tuhan..

Tuesday, 27 October 2015

BILA ITU KEHENDAK TUHAN PASTI AKAN TERJADI. ( Kisah perjalanan ku ke tanah suci 1 )

Satu setengah bulan sebelum perjalanan ku ke tanah suci tahun lalu, aku mengalami cedera pada bagian lutut setelah melintasi garis finish  dalam perlombaan lari bagi penderita Cancer. Untuk sementara waktu aku berada di kursi roda karena tidak dapat berjalan sama sekali, melalui pengobatan dan latihan serta doa yang di layangkan oleh semua saudara dan sahabat, aku mulai dapat berdiri dan berjalan sedikit demi sedikit dengan memakai tongkat.

Dalam dua minggu aku sudah mulai dapat berjalan kembali tanpa bantuan tongkat meskipun masih perlahan dan tertatih - tatih, Ibu mertua ku cukup kuatir akan hal ini. Dia yang sebelumnya pernah ke tanah suci mengingatkan aku bahwa perjalanan di sana cukup berat dan berharap keadaan ku dapat segera normal kembali. Puji Tuhan keadaan ku semakin membaik meskipun belum bisa berjalan terlalu jauh tetapi sudah dapat berjalan dengan stabil.

Semalam sebelum hari keberangkatan ku, aku sudah menyiapkan semua obat yang harus aku bawa, tetapi ada obat yang tidak dapat ku masukan kedalam koper terlebih dahulu, karena obat itu harus di simpan di tempat dingin jadi tetap ku tinggal di dalam kulkas, dan baru akan ku masukan esok paginya.
Setelah urusan imigrasi selesai, sedang aku duduk menunggu waktu untuk bording, tiba - tiba aku terhenyak " Oh aku lupa membawa obat yang ada di dalam kulkas itu" Sedangkan obat itu begitu penting bagi ku karena harus di konsumsi setiap hari, sebagai seorang penderita Hypothyroidism bila tidak mengkonsumsi obat tersebut reaksinya badan aku akan lemas, tidak ada tenaga sama sekali seperti mobil tidak ada battery sehingga aku tidak dapat melakukan aktivitas apapun kecuali hanya berbaring saja di tempat tidur.

Dalam keadaan panik aku menghubungi suami ku yang baru saja mengantarkan ku dan sedang menuju tempat kerjanya yang jaraknya cukup jauh dari airport, untuk memintanya kembali sudah tidak mungkin karena pesawat ku sudah tak lama lagi akan berangkat. Aku mencoba mencari solusi lainya dengan menghubungi adik ku di jakarta, sebab aku akan menuju jakarta dahulu sebelum ke tanah suci untuk bergabung dengan rombongan teman - teman disana. Karena perbedaan waktu Brisbane dan Jakarta adalah tiga jam lebih dahulu dan saat itu di Jakarta masih jam 6 pagi, adikku belum bangun sehingga pesan ku padanya untuk di buatkan appoitment dengan dokter disana untuk mendapatkan resep obat yang aku butuhkan tidak terjawab.

Ketika transit di Singapore  dengan tergesa - gesa aku menuju Guardian Pharmacy karena waktu ku disana tidak banyak sedangkan gate untuk penerbangan ke Jakarta masih jauh yaitu di F6 yang paling ujung.
Dengan bermodalkan travel letter dari Dokter aku bertanya kepada Pharmacist apakah mungkin mendapatkan Thyroxine tablet tanpa resep karena obat ku tertinggal di Australi?
Dia mengatakan kepada ku Ibu tidak ada masalah karena ini adalah International Airport kami dapat memberikannya dan obat kami pun tidak perlu di simpan di tempat dingin. Oh, Thank You Lord..saat itu aku hanya dapat bersyukur, anrtian untuk membayar pun cukup panjang, waktu bording sudah dekat sedangkan aku belum ada setengah perjalanan kesana, setelah membayar aku cepat - cepat berlari.
Tanpa memikirkan kaki ku yang baru sembuh dari sakit, mendekati gate F6 aku tidak melihat orang - orang yang sedang menunggu, suasana sepi hanya seorang petugas imgirasi di depan pintu.

Aku tiba di depannya dengan terengah - engah  petugas imigrasi  katakan calm down, aku katakan kepadanya  sorry I'm late, oh no katanya you're not late, you're the frist person, really  tanya ku benar katanya, bukankah seharusnya sudah bording tanya ku, oh tidak masih satu jam lagi katanya...hmmm ternyata aku lupa bila singapore dan jakarta ada perbedaan waktu 1 jam.

Meskipun harus melalui banyak rintangan dari cedera kaki sampai tertinggalnya obat, namun pada akhirnya Tuhan selesaikan semua perkara itu, Dia menjadikan semuanya indah pada waktuNya. Setiap pergumulan yang ada pada kita pasti akan ada maksud Tuhan di situ, agar kita dapat menjadi pribadi yang lebih sabar, setia untuk tetap bergantung kepadaNya dan berserah sepenuhnya pada kehendakNya dan
percaya dengan iman yang teguh, bahwa  bila semua itu adalah kehendak Tuhan apapun rintangan, gelombang yang ada di depan kita maka semuanya itu pasti akan dapat kita lewati, sehingga semua yang mustahil akan di jadikanNya Mungkin.

Semoga melalui sharing ku ini semua sahabat yang sedang mengalami masalah dalam kehidupan tetap sabar, setia, berpasrah dengan iman yang teguh dalam doa pengharapan yang tak henti kepada Tuhan, karena tiada usaha yang baik dan tulus yang tak akan membuahkan hasil pada akhirnya. " PERCAYALAH "


Friday, 24 July 2015

BUAT RENCANA SERTA SERAHKAN KEPADANYA.

Bila kita hendak mengendarai kendaraan, pasti kita mempunyai tujuan kemana kita hendak pergi, dengan demikian kita akan fokus mengarahkan pikiran dan pandangan kita pada tujuan kita itu. Begitu pula didalam kehidupan ini baiknya kita juga membuat rencana kedepan apa tujuan dan harapan untuk hidup kita ini,  agar pandangan, dan pikiran kita menjadi lebih fokus dengan apa yang akan kita lakukan, sehingga,  dengan mudah juga kita akan membawa dan mengarahkan langkah kita, jangan katakan aku pergi kemana langkah ku membawa,  yang berarti kita tidak mempunyai tujuan hidup, tetapi kita yang harus membawa langkah kita, menuju hidup yang kita inginkan.

Tujuan hidup kita ini dapat tercapai bila disertai dengan usaha, kerja keras, serta kemauan diri untuk mewujudkannya,  walaupun, tantangan untuk mencapainya pasti selalu akan ada, dan kemungkinan kita gagal untuk sampai ketujuan itu pun ada,  namun janganlah kita memikirkan dan fokus terhadap segala resiko kegagalan itu terlalu dalam sebelum kita mencobanya,  karena setiap usaha yang kita lakukan dengan sungguh - sungguh pasti juga mempunyai jalan keluar untuk setiap penyelesaian bagi  setiap masalah yang akan datang. Janganlah juga kita menjadi putus asa bila pada akhirnya tujuan dan harapan yang  telah kita usahakan sedemikian rupa itu mendapat kegagalan, karena itu mungkin tidak sesuai dengan rencanaNya.

Maka dalam setiap tujuan dan langkah kita ajaklah Tuhan untuk berjalan bersama kita dan menyerahkan langkah kita untuk di pimpinNya,  agar kita dapat mencapai tujuan dan harapan sesuai yang diinginkanNya. Amin..

Buat RENCANA, FOKUS dalam MELAKUKANNYA, MOHON PIMPINAN TUHAN dan BERSERAH KEPADANYA,  serta JANGAN PUTUS ASA BILA TIDAK TERCAPAI, karena itu mungkin bukan yang Dia inginkan bagi kita,  sebab Dia Maha tau apa yang terbaik bagi kita..Tuhan memberkati.

PERJUANGKANLAH HIDUP INI


Angin tak henti mengoyang - goyangkan pepohonan
Hembusannya pun  terasa dingin menyapu tubuh.
Langit pucat tak berawan terlihat sendu sendiri
Hujan yang semakin Keras menitiki Bumi
Seakan tak perduli pada  manusia yang lalulalang
Mencoba mengadu  nasib untuk sesuap nasi
Dengan perjuangan yang tak henti
Dari pagi hingga petang tak jarang menjelang malam
Itulah kodrat manusia
Semua perlu perjuangan
Dari lahir hingga waktu ini berakhir
Keluhan tak kan mengubahkan sesuatu, Hancurkanlah
Perjuangan menghasilkan harapan, Semangatlah
Tuk mencapai apa yang di impikan.
Bersama Tuhan pasti semua dapat di hadapi.
Serta  hati kan  tetap seindah pelangi
Meski  langit sendu masih menutupi.
Tiada kata menyerah pada nasib
Perjuangkanlah hidup ini sampai akhir!!!.

Wednesday, 22 July 2015

Setetes Embun Rohani ....KAMU ADALAH GARAM dan TERANG DUNIA

Mat 5:13-16

Sayur yang di hidangkan terlihat begitu lezat, namun tak di bubuhi dengan garam maka rasanyapun hambarlah, kenikmatanpun jadi hilang untuk menyantapnya. Sebuah rumah tampak begitu indah dari luar namun di dalamnya tak ada penerangan, susana disanapun terasa gelap dan menakutkan sehingga akan terasa tidak nyaman dan meresahkan bagi yang berada didalamnya. Garam dan terang adalah dua hal penting yang di perlukan oleh manusia

Tuhan katakan dalam firmanNya  Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.

Kita dapat menjadi garam dan terang bagi Dunia bila Tuhan ada bersama kita, tinggal di dalam diri kita, sebab Tuhan adalah Sumber garam dan terang itu sendiri. Bila kita hanya mengandalkan diri kita sendiri maka hidup kita akan terasa seperti sayur tanpa garam hambar serta rumah yang tanpa penerangan hati dan pikiran kita akan terasa gelap, kita akan merasa takut serta gelisah.  Karena diri kita ini adalah sosok yang lemah dan tidak sempurna oleh sebab itu kita harus menambahkan Tuhan di dalam kehidupan kita untuk menjadi sempurna, sebab Dia memiliki Kasih, Dia yang dapat memberi rasa asin dan terang di dalam kehidupan kita  sehingga kitapun dapat menjadi garam dan terang bagi sesama kita  Semoga.

Monday, 20 July 2015

BERBAGI ITU INDAH

Suatu hari saya menerima text dari seorang teman yang mengatakan apakah boleh Di bagi resep  sambal goreng labuh, sebab dia  sudah mencoba membuat beberapa kali tetapi rasanya tidak seperti sambal goreng yang saya buat. Oh tentu saja boleh kata ku membalas textnya. Agar lebih jelas aku menghubunginya melalui telephone untuk memberitahu resep dan Cara membuatnya. 

Dua hari kemudian aku menerima text kembali dari  teman ini yang mengatakan terima kasih sayur lodehnya sudah sukses, kalau mau mencoba monggo mampir ke rumah yuukk. 

Senang sekali mendapat kabar ini, hal kecil yang aku bagikan dapat memberi kan manfaat serta suka cita bagi orang lain. Oleh sebab itu jangan takut untuk berbagi Karena berbagi itu Indah, sekalipun hal itu kecil bila dilakukan dengan ketulusan maka akan mendatangkan suka cita yang besar. 

Sunday, 19 July 2015

KATA - KATA BIJAK (3)

# Berani menyuarakan kebenaran berarti berani menderita dan di kucilkan, itu lebih baik daripada membohongi diri sendiri,  hanya karena segan dan tidak enak...

# Melakukan setiap pekerjaan dengan cinta akan membuahkan suka cita..

# The happiness is in your heart, no one can make your self happy unless your self. Kebahagian itu ada didalam hati mu, tidak ada yang dapat membuat mu bahagia, kecuali dirimu sendiri...

# GOOD - GOD = O
GOOD Life without GOD is Nothing...

# Untuk menjadi rendah hati kita harus mau membayar harganya dengan rela di tempa, di bakar dan di bentuk  seperti emas yang di murnikan.

#  Every day I wake up with "BELIEVE"
BELIEVE there is a HOPE
BELIEVE there is always an OPPORTUNITY
BELIEVE I can make my self BECOME a BETTER PERSON from yesterday. 

# Untuk membangun suatu relasi baik dengan Tuhan maupun sesama, batu pertama yang harus di letakkan adalah PERCAYA. Tanpa batu PERCAYA tak mungkin akan ada batu KASIH.

# Saat kita sedang berada di bawah lebih banyak orang yang akan menertawakan serta meninggalkan dari pada yang peduli dan setia, hal itu sudah biasa oleh sebab itu tak perlu kita membuang waktu untuk kecewa.
Namun pergunakanlah waktu yang ada untuk fokus dengan mereka yang masih peduli serta setia kepada kita, agar kita tetap semangat menjalani hidup ini dan melangkah kedepan tuk menggapai harapan kembali.

# Kita tidak dapat mengandalkan orang lain untuk memotivasi diri kita, tetapi hendaknya kita memotivasi diri
kita sendiri, karena jatuh bangunya hidup kita tergantung dari diri kita sendiri.

KATA - KATA BIJAK (2)

# “Misa Kudus itu panjang,” katamu, dan aku menjawab: “Sebab cintamu sedikit.”
~ St. Josemaria Escriva ~

# Banyak manusia tidak mengenali dirinya sendiri, oleh sebab itu mudah  membuat kritik terhadap orang lain namun bukan  bagi dirinya. Untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari hari kemarin  kita harus membuang pandangan negatif terhadap orang lain dan berkaca diri sendiri lebih sering, sehingga  dapat mengenali siapa diri ini yang sebenarnya.


# Perdebatan laksana orang menyulut api lalu kita menyiramnya dengan bensin, secepat itu api akan membesar dan keadaan sekitar Kita pun akan terasa panas, bila tidak cepat beranjak dari situ diri kita pun akan terbakar hangus oleh sang api.
Lebih baik menghindari perdebatan, boleh dikatakan kalah untuk menang karena Kita dapat mendamaikan hati dari pada terbakar hangus oleh kemarahan diri sendiri.


# Membangun  diri sama dengan membangun sebuah rumah, tanpa fondasi yang kuat  yaitu IMAN PERCAYA, maka Kita akan mudah goyah oleh tiupan gossip, cibiraan, hinaan, serta salib - salib kehidupan. 

KATA - KATA BIJAK (1)

# Senjata diri Kita adalah  KEAKUAN...HANCURKANLAH..
      Batu pengungkit diri Kita adalah, NIAT & USAHA.....TUMBUHKANLAH..

# Jangan menabur benci di hati, karna akan cepat bertumbuh seperti rumput liar. Tabur kanlah  kasih karna akan tumbuh seperti bunga melati  yang keharumannya  dapat  dirasakan semua orang..

# Disaat seseorang kehausan akan air, pemberian baju baru tak akan menghapus dahaganya, disaat seorang kelaparan sepatu baru tak akan mungkin menghilangkan laparnya. Setiap manusia mempunyai kebutuhan yang berbeda,  dan Tuhan tahu persis apa yang Kita perlukan oleh sebab itu Dia mencukupi dengan apa yang Kita perlukan.

# Adakalanya Kita harus menjadi pembicara yang baik, di sisi lain Adakalanya Kita cukup menjadi penyimak yang baik..agar hidup Kita menjadi selaras dan seimbang..

# Bila kita menanam duri kebencian di hati, Kita juga yang akan menuai sakitnya
Bila Kita menanam benih kasih di hati Kita juga yang akan menuai suka citanya..
Jadi tentukanlah yang terbaik benih apa yang akan engkau semai, karena semuanya akan kembali kepada diri Kita sendiri.